KDM Jawab Fenomena PHK Massal pada Industri Garmen di Jabar, Begini Katanya

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi (KDM) mengatakan, fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di industri garmen karena adanya penghentian produksi merupakan bagian dari siklus berusaha. Namun, kata dia, peluang kerja di industri lainnya di Jawa Barat masih terbuka lebar.

"Garmen itu selalu problem. Sektornya biasanya padat karya. Perusahaan-perusahaan padat karya memang secara umum begitu," ujar Dedi saat ditemui di Kota Cimahi, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga
  • Gelombang PHK Berlanjut, PT Samwon PHK 685 Pekerja dan Lima Pabrik Batu Kapur di KBB Disetop
  • Buruh PT Victory Apparel Terkena PHK Tuding Disnaker Semarang Berpihak ke Pengusaha
  • Operasional Pabrik Berhenti, Ratusan Buruh PT Victory Apparel Terancam PHK

Pernyataan Dedi tersebut disampaikan setelah kabar PHK massal buruh PT Namnam Fashion Industries di Jalan Mahar Martanegara, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, viral di media sosial. Dalam video itu, para buruh sedang menangis dan saling berpelukan karena harus kehilangan pekerjaannya.

Dedi mengatakan, perusahaan garmen yang sudah mencapai titik impas atau break-even point (BEP) bisa memilih memindahkan produksinya ke daerah lain yang memiliki biaya tenaga kerja lebih murah.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Kalau dia sudah break-even point, kemudian ada tempat lain yang tenaga kerjanya lebih murah, biasanya pindah. Itu sudah terjadi di mana-mana," kata Dedi.

Kondisi tersebut berbeda dengan industri padat modal yang cenderung memiliki karakter investasi jangka panjang. Pekerja di sektor garmen dinilai perlu memahami adanya perubahan lokasi industri dari waktu ke waktu.

"Jadi, mereka tidak membuat perusahaan ini permanen seperti industri padat modal. Kalau memang ada industri padat karya sektor garmen, ya harus berhati-hati bahwa dalam siklus sekian puluh tahun, dia pasti menutup," sebut Dedi.

Dalam kesempatan itu, Dedi memastikan pekerja memiliki akses terhadap lapangan kerja baru. Dia menyebut saat ini masih banyak peluang kerja yang tersedia di Jawa Barat, terutama di kawasan industri yang terus berkembang di sejumlah daerah.

"Lapangan kerja baru juga banyak hari ini. Banyak sekali lapangan kerja terbuka di Jawa Barat. Hari ini industri-industri mulai tumbuh, kawasan industri mulai tumbuh," ujar Dedi.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tiga Bentuk Independensi Bank Sentral
• 5 jam lalu
0
thumb
Usai Pertemuan Prabowo-PM Anutin, Sjafrie Bertemu dengan Menhan Thailand
• 5 jam lalu
0
thumb
Tinjau Sekolah Rakyat Garapan Waskita, Purbaya: Jadi Modal Menuju Indonesia Emas
• 23 jam lalu
0
thumb
DPRD DIY Sahkan Perda Keamanan Pangan: Larang Perdagangan Daging Anjing-Kucing
• 4 jam lalu
0
thumb
Potensi Banjir Rob 4-22 Agustus 2026, BMKG Rilis Daftar Wilayah Berpotensi Terdampak
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.