REPUBLIKA.CO.ID, Ada tiga bentuk independensi bank sentral dalam menjalankan fungsinya menjaga stabilitas mata uang, dan pada saat yang sama mendorong pertumbuhan ekonomi. Stabilitas mata uang di dalam negeri diukur dengan inflasi, dan stabilitas mata uang di luar negeri diukur dengan nilai tukar (kurs).
Pertama, inflasi dijaga dengan bauran kebijakan moneter untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan jumlah uang yang beredar dan pertumbuhan sektor riil. Nilai tukar dijaga dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan jumlah mata uang lokal yang beredar dengan pertumbuhan jumlah mata uang asing yang beredar di negara tersebut.
Baca Juga
Iran Usulkan Pembentukan NATO Islam, Ajak Pakistan yang Punya Senjata Nuklir
Diondra G Prayoga Angkat Kisah Sahabat dalam Single Terbaru
Gelombang PHK Berlanjut, PT Samwon PHK 685 Pekerja dan Lima Pabrik Batu Kapur di KBB Disetop
Kedua, pertumbuhan ekonomi didorong dengan mempermudah perputaran uang berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya. Semakin cepat dan murah perpindahan uang dalam sistem pembayaran, semakin besar multiplier effect pertumbuhan ekonomi.
Untuk mencapai dua hal itulah diperlukan bank sentral yang independen. Secara umum independen artinya mandiri, bebas dari campur tangan pihak lain dalam upaya menjaga stabilitas mata uang. Ini bermakna bank sentral, dalam kemandiriannya, harus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas mata uang.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Bentuk pertama independensi bank sentral adalah independensi menjaga inflasi. Kebijakan moneter harus dilakukan dengan tepat waktu, tepat instrumen, tepat kuantitas. Misalnya, otoritas fiskal melakukan stimulus fiskal menambah likuiditas untuk mendorong pertumbuhan. Bank sentral harus memberikan waktu (acyclical policy) agar stimulus fiskal itu memberikan multiplier effect pertumbuhan, baru kemudian melakukan kontraksi moneter (countercyclical policy) ketika multiplier effect-nya semakin mengecil dan mulai mengganggu inflasi.
Dalam ilmu ekonomi, kebijakan moneter procyclical dan countercyclical serta acyclical baru akan efektif memberi manfaat ekonomi bila dilakukan tepat waktu dengan koordinasi yang baik dengan otoritas fiskal. Tanpa koordinasi, kebijakan fiskal procyclical akan saling menihilkan dengan kebijakan moneter countercyclical. Demikian pula kebijakan fiskal countercyclical akan saling menihilkan dengan kebijakan moneter procyclical. Inflasi terjaga, biaya fiskal naik, biaya moneter naik, pertumbuhan ekonomi tidak bergerak.
Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
Komentar (0)