Harga Minyak Berbalik Naik Tipis usai Anjlok 5%, Brent Dijual USD84/Barel Hari Ini

metrotvnews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Houston: Harga minyak dunia bergerak naik tipis pada perdagangan Asia, Selasa, setelah anjlok hampir lima persen pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar masih mencermati pernyataan yang saling bertolak belakang dari Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait peluang dimulainya kembali pembicaraan diplomatik.
 
Mengutip Investing.com, Selasa, 4 Agustus 2026, kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman Oktober naik 0,4 persen menjadi USD84,14 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak September menguat 0,4 persen ke level USD80,65 per barel.
 
Meski menguat, kedua harga acuan tersebut masih berada di zona penurunan setelah terkoreksi sekitar lima persen pada perdagangan sebelumnya.
 

Baca Juga :

Harga Minyak Anjlok, Brent Dibanderol USD83,85/ Barel
  Pernyataan AS dan Iran berbeda arah  
Sentimen pasar dipengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut pembicaraan dengan Iran sedang berlangsung. Trump bahkan menggambarkan proses tersebut sebagai "kesempatan terakhir" bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan.
 
"Kita sedang membicarakan selat itu, pembukaan selat itu, dan pembukaannya benar-benar besok," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval.
 
Namun, Iran membantah adanya negosiasi dengan Washington. Media pemerintah Iran mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei yang menegaskan negaranya tidak sedang menggelar pembicaraan dengan AS.
 
Menurut Baqaei, Iran saat ini bekerja sama dengan Oman untuk membahas jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.


(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
  Pasar masih waspadai risiko geopolitik  
Perbedaan pernyataan dari kedua negara membuat pelaku pasar memilih bersikap hati-hati setelah aksi jual besar pada perdagangan Senin.
 
Sebelumnya, harga minyak tertekan setelah Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer AS terhadap Iran dan menyatakan pembicaraan dengan Teheran akan kembali dilakukan.
 
Selat Hormuz tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar karena sekitar seperlima konsumsi minyak global melewati jalur pelayaran strategis tersebut.
 
Sejumlah analis menilai pergerakan harga minyak dalam waktu dekat masih akan sangat dipengaruhi perkembangan hubungan diplomatik antara Washington dan Teheran.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Garuda TV menandai babak baru dengan "Mahayuga"
• 21 jam lalu
0
thumb
KPK Dalami Mekanime Pemerasan yang Dilakukan Stafnya Terhadap Bupati Pemalang
• 20 jam lalu
0
thumb
Reno Salampessy memilih bertahan bersama Persipura
• 21 jam lalu
0
thumb
Polemik Pagar Kota Kasablanka Dinilai Muncul karena Pemerintah Kurang Jelaskan Kebijakan
• 18 jam lalu
0
thumb
Standar Keselamatan Pelayaran Indonesia: Regulasi Sudah Ada, Penegakan yang Lemah
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.