JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mengikuti harga harga minyak mentah dunia atau Indonesian Crude Price (ICP).
"Sejak awal saya katakan bahwa menyangkut dengan BBM yang non-subsidi, harganya memang akan mengikuti harga pasar dunia, ICP. Jadi kalau harga dunianya turun, dengan sendirinya akan terkoreksi. Tapi kalau naik, pasti juga akan naik," kata Bahlil, Selasa, 4 Juli 2026.
Bahlil mengatakan, penurunan harga minyak dunia saat ini telah mendorong badan usaha penyedia BBM melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
BACA JUGA:Mendagri Targetkan Perlinsos Berbasis E-Government, Berlaku di 143 Daerah Mulai Agustus 2026
"Sekarang kan lagi turun, dan kemudian badan usaha swasta melakukan koreksi terhadap penurunan harga itu," jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui arah pergerakan harga BBM nonsubsidi ke depan masih bergantung pada dinamika geopolitik global yang memengaruhi harga minyak dunia.
"Ya tergantung kondisi geopolitik dunia," ucapnya.
Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa sekitar 80 persen konsumsi BBM nasional merupakan BBM bersubsidi yang ditanggung pemerintah.
Sementara itu, sekitar 20 persen lainnya merupakan BBM nonsubsidi yang umumnya digunakan oleh masyarakat yang mampu.
BACA JUGA:Prabowo Dianugerahi Medali Special Warfare Command, Penghargaan Militer Bergengsi dari Kerajaan Thailand
"Total pemakaian BBM 80 persen itu subsidi, yang non-subsidi itu 20 persen. Yang 80 persen tetap menjadi bagian yang ditanggung oleh pemerintah, yaitu subsidi," pungkasnya.
Ia mengatakan yang terpenting saat ini adalah harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan.
"Yang penting adalah BBM subsidi itu tidak akan naik. Itu yang paling penting," jelas Bahlil.
Diketahui, untuk wilayah yang menerapkan PBBKB sebesar 5 persen, seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
BACA JUGA:Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 17 Korban KMP Mutiara Sentosa 2
- 1
- 2
- »






Komentar (0)