Moskow (ANTARA) - Pusat Intelijen Nasional Spanyol (CNI) telah memperingatkan Kementerian Dalam Negeri negara itu mengenai gelombang kedatangan migran yang akan segera terjadi lagi, tetapi kementerian tersebut memilih untuk mengabaikannya.
"Kementerian Dalam Negeri Spanyol menerima begitu banyak peringatan dari CNI," kata seorang sumber Pemerintah Spanyol kepada stasiun radio Cadena SER, Senin.
Pihak intelijen tidak mengetahui waktu pasti upaya penyeberangan perbatasan tersebut, tetapi telah memperingatkan mengenai risikonya.
Kemendagri Spanyol gagal menindaklanjuti peringatan tersebut dan kini berusaha mengalihkan kesalahan kepada CNI, demikian dilaporkan radio tersebut mengutip pernyataan sejumlah sumber.
Sebelumnya, Jumat (31/7), Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas menyebutkan sekitar 60.000 orang telah memasuki Ceuta secara ilegal. Jumlah penduduk kota tersebut saat ini sekitar 85.000 jiwa.
"Orang-orang itu tidak akan masuk ke Spanyol jika kemendagri telah mengambil langkah-langkah untuk mencegahnya," kata seorang sumber.
Beberapa sumber di Kemendagri Spanyol mengonfirmasi bahwa mereka telah memperhatikan peningkatan arus imigran sejak pertengahan Juli dan telah memberitahukan hal tersebut kepada menteri terkait.
Dalam laporan radio tersebut, seorang sumber pemerintah mengatakan keamanan di perbatasan dengan Ceuta telah diperketat, tetapi tidak merinci langkah-langkah apa saja yang telah diambil.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Spanyol pagari laut menyusul korban jiwa Ceuta terus bertambah
Baca juga: Spanyol deteksi ekstremis di kalangan imigran ilegal ke Ceuta
"Kementerian Dalam Negeri Spanyol menerima begitu banyak peringatan dari CNI," kata seorang sumber Pemerintah Spanyol kepada stasiun radio Cadena SER, Senin.
Pihak intelijen tidak mengetahui waktu pasti upaya penyeberangan perbatasan tersebut, tetapi telah memperingatkan mengenai risikonya.
Kemendagri Spanyol gagal menindaklanjuti peringatan tersebut dan kini berusaha mengalihkan kesalahan kepada CNI, demikian dilaporkan radio tersebut mengutip pernyataan sejumlah sumber.
Sebelumnya, Jumat (31/7), Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas menyebutkan sekitar 60.000 orang telah memasuki Ceuta secara ilegal. Jumlah penduduk kota tersebut saat ini sekitar 85.000 jiwa.
"Orang-orang itu tidak akan masuk ke Spanyol jika kemendagri telah mengambil langkah-langkah untuk mencegahnya," kata seorang sumber.
Beberapa sumber di Kemendagri Spanyol mengonfirmasi bahwa mereka telah memperhatikan peningkatan arus imigran sejak pertengahan Juli dan telah memberitahukan hal tersebut kepada menteri terkait.
Dalam laporan radio tersebut, seorang sumber pemerintah mengatakan keamanan di perbatasan dengan Ceuta telah diperketat, tetapi tidak merinci langkah-langkah apa saja yang telah diambil.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Spanyol pagari laut menyusul korban jiwa Ceuta terus bertambah
Baca juga: Spanyol deteksi ekstremis di kalangan imigran ilegal ke Ceuta






Komentar (0)