JAKARTA, DISWAY.ID – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan hampir 1.000 warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban kejahatan penipuan daring (online scam) yang beroperasi lintas negara.
Menyikapi kasus tersebut, Indonesia dan Thailand sepakat memperkuat kerja sama untuk memberantas jaringan kejahatan transnasional, sekaligus meningkatkan perlindungan dan pemulangan korban.
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih secara langsung kepada Pemerintah Thailand atas kerja sama yang erat dalam memfasilitasi pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban kejahatan penipuan daring (online scam).
BACA JUGA:Indonesia-Thailand Kejar Target Perdagangan Bilateral 20 Miliar Dolar AS pada 2030
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengatakan bahwa fasilitasi tersebut merupakan bantuan yang sangat berarti bagi Indonesia.
Hal itu, lanjutnya, sekaligus membuktikan bahwa kedua negara memiliki hubungan yang sangat erat.
"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas nama bangsa Indonesia kepada Pemerintah Thailand atas bantuannya dan kerja sama yang erat yang telah membantu fasilitasi pemulangan warga negara Indonesia yang menjadi korban online scam. Jumlahnya cukup besar, mendekati hampir 1.000 Warga Negara Indonesia," kata Prabowo usai pertemuan bilateral dan Second Leaders' Consultation Indonesia–Thailand di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Prabowo mengatakan bahwa online scam merupakan bentuk kejahatan transnasional yang perlu diberantas oleh kedua negara.
BACA JUGA:Berantas Online Scams, OJK Perkuat Kerjasama Regional dengan UNODC
Oleh karena itu, dalam pertemuan kali ini, Indonesia dan Thailand sepakat memperkuat kerja sama dalam menangani kejahatan tersebut.
Prabowo mengatakan bentuk kerja sama tersebut meliputi penguatan pertukaran informasi dan intelijen serta investigasi bersama antara kedua negara.
Di samping itu, kedua negara juga berkomitmen melakukan pelacakan aliran keuangan serta meningkatkan koordinasi antaraparat penegak hukum untuk membongkar jaringan kejahatan transnasional.
Keduanya juga mendukung pengembangan kerangka kerja sama Transnational Referral Mechanism (TRM) untuk memperkuat pemberantasan kejahatan transnasional sekaligus mempercepat perlindungan, identifikasi, dan pemulangan korban secara aman dan bermartabat.
BACA JUGA:Imigrasi Ciduk 16 WNA Pelaku Love Scam di Sukabumi, Langsung Dideportasi!
"Kami mendorong untuk terus optimalkan mekanisme yang ada bagi penguatan kerja sama isu-isu keamanan dan pertahanan, termasuk melalui Indonesia-Thailand High Level Committee dan Indonesia-Thailand Security Dialogue," jelas dia.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)