Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menghadirkan program pembinaan talenta seni musik nasional yang mempertemukan generasi muda terbaik dari berbagai daerah dalam semangat persatuan melalui musik dan kebudayaan melalui "Gita Bahana Nusantara" (GBN).
"GBN ini merupakan suatu stepping stone, suatu batu loncatan yang bisa digunakan untuk mengembangkan diri kita," dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Senin.
Baca juga: Penampilan GBN 2025 wujud persatuan bangsa di HUT ke-80 RI
Menbud juga menyebut bahwa program ini merupakan representasi keberagaman Indonesia. “Latar belakang peserta yang beragam, menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara dengan megadiversity, yang menjadi unifying force Indonesia, bukan menjadi sebuah ancaman. Sesuai dengan amanat konstitusi dalam UUD 45, Pasal 32 Ayat 1,” ujarnya.
Ia mengatakan agar peserta GBN 2026 untuk dapat memperluas jejaring selama berada di masa karantina.
Dia menyampaikan bahwa kesempatan ini menjadi ajang untuk mengembangkan diri dalam berkarya.
“Intinya adalah networking, berjejaring. Bangun kekuatan dengan memperbanyak kawan yang ada selama karantina dan proses GBN ini berlangsung. Manfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan diri dalam berkarya dan mengeluarkan talenta terbaik yang ada di dalam diri kita, sehingga kita dapat menjadi pribadi yang piawai dalam produksi, juga pribadi yang berkarakter," katanya.
Sebanyak 183 peserta, terdiri atas 120 penyanyi paduan suara dari 30 provinsi dan 63 musisi orkestra hasil seleksi nasional, akan mengikuti pembinaan intensif sebelum tampil pada Konser Kemerdekaan dan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.
Direktur Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Kemenbud, Syukur Asih Suprodjo menyampaikan Gita Bahana Nusantara bukan hanya sekedar kelompok paduan suara dan orkestra, melainkan sebuah representasi yang harmonis dari kekayaan rasa, suara, dan kebudayaan Indonesia.
Baca juga: Menteri Kebudayaan sebut budaya sebagai kekuatan pemersatu bangsa
Baca juga: Menbud harap orkestra GBN dan musiknya jadi motor pemersatu bangsa
“GBN merupakan wujud nyata representasi persatuan dan kesatuan bahasa. Bisa dikatakan GBN adalah Indonesia melalui suara,” ujar Syukur Asih Suprodjo.
Dengan menghadirkan Gita Bahana Nusantara, Kementerian Kebudayaan terus memperkuat peran kebudayaan sebagai perekat bangsa.
Program ini menjadi ruang perjumpaan generasi muda dari berbagai daerah untuk belajar, berkolaborasi, dan membangun persaudaraan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa keberagaman Indonesia merupakan kekuatan yang melahirkan harmoni.
"GBN ini merupakan suatu stepping stone, suatu batu loncatan yang bisa digunakan untuk mengembangkan diri kita," dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Senin.
Baca juga: Penampilan GBN 2025 wujud persatuan bangsa di HUT ke-80 RI
Menbud juga menyebut bahwa program ini merupakan representasi keberagaman Indonesia. “Latar belakang peserta yang beragam, menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara dengan megadiversity, yang menjadi unifying force Indonesia, bukan menjadi sebuah ancaman. Sesuai dengan amanat konstitusi dalam UUD 45, Pasal 32 Ayat 1,” ujarnya.
Ia mengatakan agar peserta GBN 2026 untuk dapat memperluas jejaring selama berada di masa karantina.
Dia menyampaikan bahwa kesempatan ini menjadi ajang untuk mengembangkan diri dalam berkarya.
“Intinya adalah networking, berjejaring. Bangun kekuatan dengan memperbanyak kawan yang ada selama karantina dan proses GBN ini berlangsung. Manfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan diri dalam berkarya dan mengeluarkan talenta terbaik yang ada di dalam diri kita, sehingga kita dapat menjadi pribadi yang piawai dalam produksi, juga pribadi yang berkarakter," katanya.
Sebanyak 183 peserta, terdiri atas 120 penyanyi paduan suara dari 30 provinsi dan 63 musisi orkestra hasil seleksi nasional, akan mengikuti pembinaan intensif sebelum tampil pada Konser Kemerdekaan dan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.
Direktur Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Kemenbud, Syukur Asih Suprodjo menyampaikan Gita Bahana Nusantara bukan hanya sekedar kelompok paduan suara dan orkestra, melainkan sebuah representasi yang harmonis dari kekayaan rasa, suara, dan kebudayaan Indonesia.
Baca juga: Menteri Kebudayaan sebut budaya sebagai kekuatan pemersatu bangsa
Baca juga: Menbud harap orkestra GBN dan musiknya jadi motor pemersatu bangsa
“GBN merupakan wujud nyata representasi persatuan dan kesatuan bahasa. Bisa dikatakan GBN adalah Indonesia melalui suara,” ujar Syukur Asih Suprodjo.
Dengan menghadirkan Gita Bahana Nusantara, Kementerian Kebudayaan terus memperkuat peran kebudayaan sebagai perekat bangsa.
Program ini menjadi ruang perjumpaan generasi muda dari berbagai daerah untuk belajar, berkolaborasi, dan membangun persaudaraan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa keberagaman Indonesia merupakan kekuatan yang melahirkan harmoni.






Komentar (0)