Jakarta: Korlantas Polri dan Jasa Marga menggelar audiensi membahas persiapan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga kebijakan implementasi kendaraan Over Dimension and Over Loading (ODOL). Audiensi dilakukan di Gedung NTMC Polri, Jakarta.
Kakorlantas Polri Irjen Wibowo, mengatakan kolaborasi Korlantas Polri dan Jasa Marga perlu terus diperkuat. Terutama dalam mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada momentum libur nasional seperti Operasi Lilin atau Nataru.
Baca Juga :
Cek Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Selama Kunjungan PM Thailand 3-4 Agustus"Dua potensi libur besar ini tentunya akan memunculkan pergerakan masyarakat yang juga pasti akan meningkat, khususnya di jalur-jalur wisata," kata Wibowo dalam keterangan tertulis, Senin, 3 Agustus 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Wibowo meminta pembaruan informasi terkini mengenai progres pembangunan serta kesiapan operasional jalan tol baru, khususnya ruas di wilayah Jawa Tengah hingga Yogyakarta, serta akses pendukung di Jawa Timur. Kehadiran jaringan tol baru tersebut diproyeksikan efektif memecah konsentrasi kepadatan kendaraan, termasuk mempermudah arus distribusi menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Sementara terkait rencana penerapan kebijakan Zero ODOL yang ditargetkan mulai berjalan pada awal 2027, Wibowo menyampaikan penanganan kendaraan ODOL harus mempertimbangkan keseimbangan ekonomi masyarakat dan tidak hanya berfokus pada penegakan hukum di hilir.
Penyelesaian masalah dari sektor hulu, seperti keterlibatan sisi pengusaha dan transporter menjadi kunci agar kebijakan ini memberikan hasil yang efektif dan tidak menimbulkan dampak kontraproduktif di lapangan.
"Korlantas kan selalu bekerja di hilir. Pekerjaan hulu sangat berdampak pada pekerjaan hilir. Kalau semuanya dilempar ke hilir, tanpa ada pertimbangan yang cukup matang malah nanti hasilnya akan kontraproduktif dengan yang diinginkan," ujar Wibowo.
Korlantas Polri dan Jasa Marga menggelar audiensi membahas persiapan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga kebijakan aturan kendaraan Over Dimension and Over Loading (ODOL). Foto: Dok. Istimewa.
Sebagai bagian dari solusi teknis, Jasa Marga memperkuat pengawasan kendaraan berat melalui optimalisasi teknologi deteksi dini. Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, menjelaskan kendaraan ODOL berisiko terhadap keselamatan dan mempercepat kerusakan struktur jalan tol.
Guna mendukung kebijakan Zero ODOL, Jasa Marga menambah fasilitas Weigh In Motion (WIM) dari 2 titik menjadi 8 titik. Fasilitas ini terintegrasi dengan kamera pengawas dan teknologi Light Detection and Ranging (LIDAR), untuk mendeteksi berat dan dimensi kendaraan secara real-time.
Data tersebut kemudian disinkronkan langsung ke sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Korlantas Polri. Jasa Marga juga mendorong integrasi data digital melalui aplikasi Travoy yang dilengkapi teknologi Radio Frequency Identification (RFID).
Data RFID ini akan diselaraskan dengan data Registrasi dan Identifikasi (Regident) Korlantas Polri serta data uji berkala Kementerian Perhubungan untuk memperkuat pemantauan dan pengawasan kelaikan kendaraan angkutan barang.
"Penguatan sistem juga dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang siap dimanfaatkan bersama di titik-titik krusial. Integrasi command center ini diharapkan mempercepat respons penanganan insiden dan memperkuat koordinasi lintas sektor," ujar Rivan.
Seluruh inovasi digital dan infrastruktur tersebut bertujuan menciptakan kenyamanan dan keselamatan mobilitas masyarakat, khususnya dalam menghadapi kepadatan Nataru.
"Kolaborasi dan pemanfaatan sistem data bersama ini menjadi kunci. Jasa Marga dan Korlantas Polri memiliki tugas yang saling terkait dalam menjamin kelancaran dan keselamatan di jalan tol," ungkap Rivan.
Kerja sama ini menegaskan komitmen berkelanjutan Korlantas Polri dan Jasa Marga dalam menghadirkan sistem pelayanan jalan tol nasional yang aman, lancar, modern, dan berorientasi pada kenyamanan pengguna jalan.





Komentar (0)