Grid.ID - Jelang HUT RI Ke-81, simak filosofi tumpeng yang kerap ada di setiap acara kemerdekaan Indonesia. Ternyata tumpeng memiliki makna dan sejarah panjang.
HUT RI Ke-81 tinggal menghitung hari. Tentu para panitia acara kemerdekaan Indonesia sudah menyiapkan banyak daftar kegiatan.
Salah satu acara yang kerap dilakukan adalah malam tasyakuran atau tirakatan. Dalam acara ini, biasanya panitia menyediakan tumpeng sebagai bentuk simbolis dibukanya acara tersebut.
Lalu, mengapa tumpeng selalu hadir di setiap acara kemerdekaan Indonesia? Dikutip dari KOMPAS.com dan Tribunnews pada Senin (3/8/2026), berikut ini makna dan filosofinya.
Nasi tumpeng biasanya berwarna kuning karena diberi kunyit. Kemudian, tumpeng akan dihias menggunakan lauk pauk seperti ayam, telur, tempe, hingga sayuran.
Tumpeng ini memiliki makna wujud representasi hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan manusia lainnya.
Tumpeng dibentuk kerucut dan menjulang ke atas, hal ini menunjukkan simbol harapan manusia pada Tuhannya. Contohnya, agar kehidupan manusia semakin mencapai derajat dan kesejahteraan yang tinggi.
Nama tumpeng juga merujuk pada bahasa Jawa yang berasal dari akronim "Yen Metu Kudu Mempeng". Hal ini memiliki makna jika keluar harus bersungguh-sungguh dan semangat.
Lalu, tumpeng biasanya dikelilingi dengan 7 macam lauk pauk. Jumlah 7 ini merujuk dari kata pitu yang bermakna pitulungan atau pertolongan.
Awalnya, nasi tumpeng biasanya berwana putih. Hal ini bermakna bahwa apa yang dikonsumsi harus bersih dan suci.
Kemudian, nasi tumpeng kerap diberi warna kuning dari kunyit. Hal ini memiliki makna kemakmuran dan kesejahteraan.
Lalu, ada lauk ayam dari olahan ayam jantan. Hal ini menunjukkan makna menghindari sifat buruk.
Sifat buruk yang dimaksud adalah sombong, congkak, hingga merasa benar sendiri. Sifat-sifat buruk inilah yang harus dihindari oleh manusia.
Kemudian, ada pula lauk telur rebus yang ditata di sekitar tumpeng. Hal ini menunjukkan tekad yang harus bulat.
Lalu, sayur urap yang menjadi pelengkap pun juga memiliki makna yang dalam. Sayur urap memiliki makna damai, yakin, dan subur.
Selain itu, sayur urap juga memiliki makna bahwa hidup harus terus bertumbuh, tenang dan tentram. Tak hanya itu, bumbu urap ini memiliki makna urip atau hidup.
Tumpeng juga kerap dihias dengan cabai merah besar. Hal ini menunjukkan adanya penerangan untuk orang sekitar. Terlebih menjelang HUT RI Ke-81, tentu hal ini sangat bermakna.
Dosen Sastra Jawa Universitas Indonesia Ari Prasetiyo pun mengungkap mengenai arti dari tumpeng sendiri. Ia mengungkap bahwa tumpeng adalah akronim.
"Secara etimologi (cabang ilmu linguistik yang mempelajari asal-usul suatu kata), saya belum menemukan tentang kata ‘tumpeng’," ujarnya.
"Hanya saja, dalam masyarakat Jawa, ditemukan bahwa kata ‘tumpeng’ merupakan akronim dari kalimat ‘yen meTu kudu meMPENG," jelasnya.
Ia mengungkap bahwa kalimat itu bermakna bahwa setiap manusia yang dilahirkan harus bersungguh-sungguh dan bersemangat. Manusia harus semangat menjalani kehidupan di jalan Tuhan dengan yakin dan tidak mudah putus asa.
Ari juga mengatakan bahwa manusia harus percaya dengan jalan yang telah diberikan oleh Tuhan. Namun, dalam kehidupan, manusia harus bersungguh-sungguh menjalaninya. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)