Serang (ANTARA) - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Serang, Perumda Tirta Albantani, menerima bantuan hibah berupa fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mobile dari Pemerintah Kota Gyeongju, Korea Selatan, guna memperluas akses air bersih di kawasan pesisir.
Direktur Utama Perumda Tirta Albantani Eli Mulyadi, di Serang, Senin, mengatakan fasilitas SPAM Mobile atau SPAM bergerak tersebut diprioritaskan untuk menjangkau desa-desa di wilayah utara yang belum memiliki akses pipanisasi air bersih, khususnya di Kecamatan Pontang, Tirtayasa, dan Tanara (Pontirta).
"Bantuan hibah SPAM Mobile ini dirancang untuk menyedot air baku dari sungai kecil atau rawa payau, kemudian masuk ke instalasi untuk diolah menjadi air bersih sebelum disalurkan ke masyarakat," kata Eli.
Ia menjelaskan, satu unit SPAM Mobile diproyeksikan mampu melayani hingga 1.000 Sambungan Rumah (SR). Pihaknya telah memetakan sekitar 10 titik sumber air baku di wilayah Pontirta, dan rencananya akan ada 10 unit SPAM Mobile yang disiapkan.
Baca juga: TNI dan Pemkot Serang fasilitasi air bersih di Kecamatan Kasemen
Baca juga: CSR: KJL kembali lakukan pengeboran air bersih di Serang
Terkait teknis penyaluran dan tarif kepada masyarakat, Eli menyebutkan hal itu masih dalam tahap pembahasan dengan Pemerintah Kabupaten Serang. Skema yang dikaji meliputi penggratisan, pemberian subsidi, atau kolaborasi dengan pemerintah desa menggunakan dana desa untuk menanggung biaya operasional bahan bakar dan listrik mesin.
Selain serah terima hibah, kunjungan delegasi Korsel tersebut juga menyepakati tindak lanjut investasi dengan skema antar-bisnis (Business to Business/B2B) untuk pembangunan SPAM permanen di Kecamatan Ciruas dan Kragilan. Kerja sama strategis ini berawal dari proposal Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang diajukan Pemkab Serang ke Korsel pada Desember 2022.
Sementara itu, Kepala Divisi Pengolahan Air Limbah Pemerintah Kota Gyeongju Mr. Ryu Si Chul, meyakini kunjungan balasan ini bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan awal kemitraan jangka panjang untuk membangun sistem air minum yang berkelanjutan di Kabupaten Serang.
Hal senada disampaikan perwakilan KECC, Mr. Lee Sang Hoon. Pihaknya menyadari tantangan krisis air bersih dan kekeringan yang kerap dialami wilayah tersebut.
"Kami ingin membantu di bagian itu, dan karena di sini juga banyak teknisi, kami ingin bekerja sama agar dapat berkembang bersama," ujarnya.
Baca juga: Program CSR Weda Bay Nickel membangun instalasi pengolahan air di desa
Baca juga: Mahasiwa KKN UGM bangun instalasi pemanen air hujan di Marsi Kaimana
Direktur Utama Perumda Tirta Albantani Eli Mulyadi, di Serang, Senin, mengatakan fasilitas SPAM Mobile atau SPAM bergerak tersebut diprioritaskan untuk menjangkau desa-desa di wilayah utara yang belum memiliki akses pipanisasi air bersih, khususnya di Kecamatan Pontang, Tirtayasa, dan Tanara (Pontirta).
"Bantuan hibah SPAM Mobile ini dirancang untuk menyedot air baku dari sungai kecil atau rawa payau, kemudian masuk ke instalasi untuk diolah menjadi air bersih sebelum disalurkan ke masyarakat," kata Eli.
Ia menjelaskan, satu unit SPAM Mobile diproyeksikan mampu melayani hingga 1.000 Sambungan Rumah (SR). Pihaknya telah memetakan sekitar 10 titik sumber air baku di wilayah Pontirta, dan rencananya akan ada 10 unit SPAM Mobile yang disiapkan.
Baca juga: TNI dan Pemkot Serang fasilitasi air bersih di Kecamatan Kasemen
Baca juga: CSR: KJL kembali lakukan pengeboran air bersih di Serang
Terkait teknis penyaluran dan tarif kepada masyarakat, Eli menyebutkan hal itu masih dalam tahap pembahasan dengan Pemerintah Kabupaten Serang. Skema yang dikaji meliputi penggratisan, pemberian subsidi, atau kolaborasi dengan pemerintah desa menggunakan dana desa untuk menanggung biaya operasional bahan bakar dan listrik mesin.
Selain serah terima hibah, kunjungan delegasi Korsel tersebut juga menyepakati tindak lanjut investasi dengan skema antar-bisnis (Business to Business/B2B) untuk pembangunan SPAM permanen di Kecamatan Ciruas dan Kragilan. Kerja sama strategis ini berawal dari proposal Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang diajukan Pemkab Serang ke Korsel pada Desember 2022.
Sementara itu, Kepala Divisi Pengolahan Air Limbah Pemerintah Kota Gyeongju Mr. Ryu Si Chul, meyakini kunjungan balasan ini bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan awal kemitraan jangka panjang untuk membangun sistem air minum yang berkelanjutan di Kabupaten Serang.
Hal senada disampaikan perwakilan KECC, Mr. Lee Sang Hoon. Pihaknya menyadari tantangan krisis air bersih dan kekeringan yang kerap dialami wilayah tersebut.
"Kami ingin membantu di bagian itu, dan karena di sini juga banyak teknisi, kami ingin bekerja sama agar dapat berkembang bersama," ujarnya.
Baca juga: Program CSR Weda Bay Nickel membangun instalasi pengolahan air di desa
Baca juga: Mahasiwa KKN UGM bangun instalasi pemanen air hujan di Marsi Kaimana






Komentar (0)