Majalengka (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menuntaskan perbaikan ribuan rumah tidak layak huni (RTLH) sepanjang 2026 melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, sektor swasta, dan berbagai mitra.
Bupati Majalengka Eman Suherman di Majalengka, Minggu, mengatakan capaian tersebut menjadi yang terbesar dalam pelaksanaan program perbaikan RTLH di Kabupaten Majalengka sekaligus mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Ia menjelaskan perbaikan itu mencatat sekitar 4.500 unit rumah pada tahun ini turut menurunkan backlog RTLH, yang sebelumnya diperkirakan mencapai sekitar 11.000 unit.
“Jumlahnya belum pernah sebesar ini dan bisa terwujud berkat kerja sama seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat,” katanya.
Baca juga: Kurangi RTLH, Mendagri: 22.000 rumah di Tanah Papua dibedah tahun ini
Menurut dia, setelah program tersebut direalisasikan, jumlah RTLH yang masih memerlukan penanganan kini tersisa sekitar 6.000 hingga 7.000 unit.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp34,5 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam bentuk bantuan keuangan desa.
“Melalui skema itu, sebanyak 343 desa masing-masing memperoleh alokasi perbaikan lima unit rumah dengan nilai bantuan Rp20 juta per unit sehingga menghasilkan sekitar 1.715 unit RLTH,” katanya.
Selain itu, kata dia, pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memberikan bantuan penanganan sebanyak 2.150 unit RTLH.
Ia menyebutkan dukungan juga berasal dari berbagai pihak, seperti Bank BJB melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta sejumlah mitra lainnya.
“Kalau dihitung secara keseluruhan, rumah yang berhasil ditangani pada tahun ini mencapai sekitar 4.500 unit,” ujarnya.
Pihaknya berharap capaian tersebut, dapat mempercepat penurunan kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Pemkab Karawang alokasikan Rp114,48 miliar untuk tangani RTLH
Selain itu, Eman mengatakan pemerintah daerah akan mengalihkan fokus bantuan keuangan desa pada tahun anggaran berikutnya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar desa, terutama jalan lingkungan dan gang permukiman.
“Setiap desa direncanakan memperoleh alokasi sekitar Rp100 juta guna mendukung pembangunan infrastruktur tersebut sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan,” ucap dia.
Bupati Majalengka Eman Suherman di Majalengka, Minggu, mengatakan capaian tersebut menjadi yang terbesar dalam pelaksanaan program perbaikan RTLH di Kabupaten Majalengka sekaligus mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Ia menjelaskan perbaikan itu mencatat sekitar 4.500 unit rumah pada tahun ini turut menurunkan backlog RTLH, yang sebelumnya diperkirakan mencapai sekitar 11.000 unit.
“Jumlahnya belum pernah sebesar ini dan bisa terwujud berkat kerja sama seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat,” katanya.
Baca juga: Kurangi RTLH, Mendagri: 22.000 rumah di Tanah Papua dibedah tahun ini
Menurut dia, setelah program tersebut direalisasikan, jumlah RTLH yang masih memerlukan penanganan kini tersisa sekitar 6.000 hingga 7.000 unit.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp34,5 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam bentuk bantuan keuangan desa.
“Melalui skema itu, sebanyak 343 desa masing-masing memperoleh alokasi perbaikan lima unit rumah dengan nilai bantuan Rp20 juta per unit sehingga menghasilkan sekitar 1.715 unit RLTH,” katanya.
Selain itu, kata dia, pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memberikan bantuan penanganan sebanyak 2.150 unit RTLH.
Ia menyebutkan dukungan juga berasal dari berbagai pihak, seperti Bank BJB melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta sejumlah mitra lainnya.
“Kalau dihitung secara keseluruhan, rumah yang berhasil ditangani pada tahun ini mencapai sekitar 4.500 unit,” ujarnya.
Pihaknya berharap capaian tersebut, dapat mempercepat penurunan kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Pemkab Karawang alokasikan Rp114,48 miliar untuk tangani RTLH
Selain itu, Eman mengatakan pemerintah daerah akan mengalihkan fokus bantuan keuangan desa pada tahun anggaran berikutnya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar desa, terutama jalan lingkungan dan gang permukiman.
“Setiap desa direncanakan memperoleh alokasi sekitar Rp100 juta guna mendukung pembangunan infrastruktur tersebut sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan,” ucap dia.






Komentar (0)