Jakarta, tvOnenews.com - Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya menjaga kesehatan kulit terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Tinggal di negara beriklim tropis dengan paparan sinar ultraviolet (UV) yang tinggi membuat persoalan penuaan dini, elastisitas kulit, hingga perubahan kontur wajah menjadi perhatian yang semakin besar, terutama di kalangan masyarakat urban.
Di tengah tren tersebut, pendekatan anti-aging juga mengalami pergeseran. Jika sebelumnya tindakan bedah kerap menjadi pilihan utama untuk mengatasi kekenduran kulit, kini prosedur minim invasif dengan waktu pemulihan yang lebih singkat mulai menjadi preferensi banyak pasien.
CEO & Founder Dermalift Clinic, dr. Irfana Efendi, menilai bahwa perkembangan industri estetika yang sangat cepat membuat masyarakat dihadapkan pada banyak pilihan treatment. Namun, menurutnya, efektivitas sebuah teknologi tidak hanya ditentukan oleh popularitasnya, melainkan oleh dasar ilmiah dan keamanan penggunaannya.
"Tren anti-aging saat ini berkembang sangat pesat. Namun bagi kami, yang terpenting bukan sekadar mengikuti tren, melainkan menghadirkan solusi yang memiliki dasar ilmiah, aman bagi pasien, dan memberikan hasil yang alami. Itulah filosofi yang kami bawa melalui konsep Advanced Dermalift Treatments," ujar, dr. Irfana Efendi di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa pendekatan yang diterapkan tidak hanya bertujuan memperbaiki tampilan kulit di permukaan, tetapi juga menjaga struktur penyangga wajah agar hasil yang diperoleh tetap terlihat natural.
"Saat ini tersedia banyak sekali pilihan treatment anti-aging di pasaran. Namun yang menjadi pembeda Dermalift Clinic adalah kami menghadirkan Advanced Dermalift Treatments, yaitu rangkaian perawatan yang tidak hanya berfokus pada tampilan kulit di permukaan, tetapi juga membantu memperbaiki struktur penyangga wajah secara menyeluruh. Harapan kami, masyarakat Indonesia memiliki tempat yang tepat untuk memperoleh solusi anti-aging yang aman, ilmiah, dan memberikan hasil yang natural," pungkasnya.
Salah satu teknologi yang kini banyak digunakan dalam prosedur lifting non-bedah adalah perangkat berbasis radiofrekuensi. Teknologi ini bekerja pada lapisan jaringan yang berperan penting dalam mempertahankan kontur wajah dan membantu merangsang pembentukan kolagen, sehingga dapat memberikan efek pengencangan tanpa harus melalui tindakan operasi.





Komentar (0)