Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia Tertinggal, 2.000 Desa Masih Blankspot

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kualitas broadband di Indonesia saat ini berada di peringkat sembilan dari sepuluh negara ASEAN. Indonesia hanya berada di atas Myanmar serta berada di bawah Malaysia dan Vietnam. Di sisi lain, lebih 2.000 desa yang berstatus blankspot atau tidak terakses jaringan telekomunikasi. Kondisi tersebut menyebabkan daya saing Indonesia menjadi lebih rendah daripada negara-negara lain.

Sayangnya, pembangunan infrastruktur telekomunikasi di berbagai wilayah masih menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari belum optimalnya pemanfaatan bersama infrastruktur pasif yang menyebabkan duplikasi pembangunan jaringan, rendahnya tingkat utilisasi infrastruktur yang diperkirakan baru mencapai sekitar 20-40 persen, hingga tingginya biaya investasi pembangunan jaringan.

Baca Juga
  • TRIV Perluas Ekosistem Bisnis dan Literasi Aset Digital
  • Menko Polkam Minta Pemda Terdepan Tangkal Hoaks di Ruang Digital
  • Kampanye Politik di Era Digital: Ketika Algoritma Menentukan Arah Demokrasi

Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), M Hilman Fikrianto menyatakan, pemerataan konektivitas digital masih menjadi tantangan dalam mendukung transformasi digital nasional. Dia menyebut, pengembangan gigabit city bukan sekadar menghadirkan jaringan internet berkecepatan tinggi, tetapi membangun fondasi bagi ekosistem digital nasional.

"Gigabit city menjadi pilar strategis untuk mendukung adopsi Internet of Things (IoT), artificial intelligence (AI), cloud computing, big data, percepatan digitalisasi layanan publik, serta pengembangan smart city yang terintegrasi," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polri Tingkatkan Patroli dan Pengamanan Objek Vital, Jaga Stabilitas Nasional
• 6 jam lalu
0
thumb
Sidang Perdana Yaqut Cholil Digelar 11 Agustus 2026
• 8 menit lalu
0
thumb
BPS Catat Nilai Tukar Petani Naik Jadi 127,84 di Juli 2026
• 12 jam lalu
0
thumb
Ekspor Nikel-Tembaga Tersandung Logam Tanah Jarang, Pemerintah Susun Aturan Baru
• 5 jam lalu
0
thumb
Bahlil Minta Kaderisasi Golkar Diperketat: Tak Ada yang Instan
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.