JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi melanda sejumlah wilayah perairan Indonesia pada periode 3-6 Agustus 2026.
Masyarakat, khususnya nelayan, operator kapal, dan pelaku wisata bahari, diminta meningkatkan kewaspadaan karena kondisi laut di sejumlah wilayah diprakirakan membahayakan aktivitas pelayaran.
Melalui akun Instagram resminya, @infobmkg, Minggu (2/8/2026), BMKG menjelaskan potensi gelombang tinggi salah satunya dipengaruhi keberadaan Bibit Siklon Tropis 94W di Laut Filipina, tepatnya di koordinat 15,3 Lintang Utara dan 124,7 Bujur Timur.
Sistem ini memengaruhi pola dan kecepatan angin di wilayah sekitarnya sehingga memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan Indonesia.
BMKG mencatat pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 9-28 knot.
Sementara itu, angin di wilayah Indonesia bagian selatan bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 9-25 knot.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sabtu 25 Juli 2026, Siklon Tropis Noul Picu Gelombang Tinggi dan Hujan Lebat
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya, Laut Banda, dan Laut Arafuru.
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah wilayah perairan berpotensi mengalami gelombang tinggi yang dapat mengganggu aktivitas di laut.
Berikut daftar wilayah yang diprakirakan terdampak berdasarkan kategori tinggi gelombang.
Wilayah yang Berpotensi Gelombang 1,25-2,5 MeterPenulis : Switzy Sabandar Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- Gelombang tinggi
- Gelombang Tinggi 3-6 Agustus 2026
- Bmkg
- gelombang tinggi 3 agustus 2026
- Bibit Siklon Tropis 94W
- peringatan dini





Komentar (0)