Hadiah Juara Piala Presiden 2026 Naik Jadi Rp8 Miliar

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Maruarar Sirait Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026 mengumumkan kenaikan hadiah bagi juara turnamen Piala Presiden yang semula Rp6 miliar bertambah menjadi Rp8 miliar.

Pengumuman tersebut disampaikan Maruar sapaannya dalam konferensi pers di halaman Balai Kota Surabaya pada Minggu (2/8/2026) sore.

“Juara pertama hadiahnya tadinya Rp6 miliar. Hari ini di Kota Pahlawan yang luar biasa, kita naikkan juara pertama Piala Presiden tahun 2026 dari Rp6 miliar menjadi Rp8 miliar,” katanya.

Ia mengatakan, penambahan hadiah merupakan bentuk apresiasi kepada klub yang berhasil menjadi juara Piala Presiden 2026.

“Hadiah kalau diturunkan tidak boleh, tapi dinaikkan boleh enggak? Ada klub yang keberatan dinaikkan? Kalau ada yang keberatan, saya tidak jadi naikkan,” ujarnya disambut tawa peserta yang hadir.

Dengan keputusan tersebut, tim yang berhasil menjadi juara Piala Presiden 2026 akan akan memperoleh kenaikan hadiah hingga Rp2 miliar.

Seperti diketahui sebelumnya, partai semifinal dan final Piala Presiden 2026 resmi diputuskan untuk digelar di Bali, pada Selasa (4/8/2026) dan Kamis (6/8/2026).

Maruarar mengatakan bahwa Bali dipilih menjadi tuan rumah semifinal dan final Piala Presiden 2026 melalui pembahasan bersama sejumlah pihak, termasuk Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya.

“Terus terang tadinya saya maunya di Surabaya. Dengan pertimbangan kotanya aman, masyarakatnya penuh semangat, bersih, dan saya melihat Surabaya kota yang sangat indah. Tapi saya berdiskusi dengan Pak Wali Kota. Mungkin pada kesempatan lain Surabaya akan kita tentukan menjadi tuan rumah final,” ujar Maruarar.

Usulan tersebut kemudian disampaikan kepada Eick Thohir Ketua PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan mendapat persetujuan.

Ia berharap Bali United selaku tuan rumah dapat mempersiapkan penyelenggaraan pertandingan semifinal dan final dengan baik sehingga seluruh rangkaian Piala Presiden 2026 dapat berjalan lancar. (ris/saf/ham)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Aroma Tak Sedap dari Kamar Kos Ungkap Penemuan Jasad ASN Bandar Lampung
• 5 jam lalu
0
thumb
Kebakaran KM Mutiara Sentosa, Nakhoda Hilang Kontak
• 7 jam lalu
0
thumb
Bukan Sekadar Wisata: Cara Baduy Menjaga Adat di Era Digital
• 22 jam lalu
0
thumb
Iran Kecam AS Gunakan Isu Selat Hormuz sebagai Dalih Serangan Militer
• 11 jam lalu
0
thumb
Produk Panel Surya China Jadi Andalan Warga Afghanistan Hadapi Krisis Listrik Pantau - Meningkatnya penggunaan produk panel
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.