REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjaga kesehatan tulang bukan hanya penting saat memasuki usia lanjut. Para ahli mengingatkan bahwa kekuatan tulang justru ditentukan sejak masa kanak-kanak hingga dewasa muda melalui pola makan bergizi dan gaya hidup aktif.
Profesor Kesehatan Muskuloskeletal Global dari University of Southampton, Inggris, Kate Ward, mengatakan kepadatan tulang mencapai puncaknya pada awal masa dewasa. Setelah itu, kepadatan tulang secara alami mulai menurun seiring bertambahnya usia.
Baca Juga
Setop Semprot Parfum di Leher! Ini Bahayanya untuk Kesehatan
Kopi Slushie Jadi Tren, Ahli Gizi Bagi Trik Supaya Tetap Sehat
Bukan Cuma Skincare, Mental yang Sehat Juga Kunci Kulit Glowing
"Kerangka yang kita miliki pada usia lanjut sangat bergantung pada cadangan massa tulang yang dibangun selama masa kanak-kanak dan awal masa dewasa," ujar Ward, dilansir dari BBC, Senin (3/8/2026).
Penurunan kepadatan tulang dapat meningkatkan risiko osteopenia dan osteoporosis, yakni kondisi yang menyebabkan tulang menjadi lebih rapuh dan mudah patah. Menurut Royal Osteoporosis Society di Inggris, kedua kondisi tersebut sering kali tidak menimbulkan gejala hingga seseorang mengalami patah tulang.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Patah tulang panggul menjadi salah satu komplikasi yang paling serius. Secara global, lebih dari 10 juta kasus patah tulang panggul terjadi setiap tahun pada orang berusia di atas 55 tahun. Cedera tersebut dapat memicu komplikasi lain, seperti pneumonia atau serangan jantung.
Perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami osteoporosis, terutama setelah menopause akibat penurunan hormon estrogen. Namun, laki-laki juga tidak luput dari risiko tersebut.
Profesor Kedokteran dari Tufts University, Amerika Serikat, Bess Dawson-Hughes, mengatakan osteoporosis selama ini lebih sering dikaitkan dengan perempuan karena laki-laki pada masa lalu banyak meninggal lebih dini akibat penyakit jantung. Seiring meningkatnya angka harapan hidup, semakin banyak laki-laki yang juga mengalami osteoporosis.
Untuk menjaga kesehatan tulang, para ahli menekankan pentingnya mencukupi kebutuhan kalsium, vitamin D, protein, magnesium, vitamin K, seng, dan fosfor.
Komentar (0)