Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memastikan seluruh siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 di daerahnya memperoleh pendampingan selama mengikuti proses pendidikan sebagai upaya mendukung lahirnya generasi yang cerdas, mandiri, dan berkarakter.
Bupati Cirebon Imron saat dikonfirmasi di Cirebon, Minggu, mengatakan peserta didik akan dibimbing dan didampingi selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
Adapun saat ini, kata dia, pemerintah telah membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Cirebon Tahun Ajaran 2026/2027.
“Anak-anak akan dibimbing, dididik dengan kasih sayang, didampingi dengan penuh tanggung jawab agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan berakhlak mulia,” katanya.
Ia mengatakan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis pemerintah, untuk meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
“Program ini merupakan upaya nyata pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
Imron berharap Sekolah Rakyat di daerahnya, menjadi tempat tumbuhnya generasi yang mampu mengembangkan potensi serta mewujudkan cita-cita mereka.
“Sekolah Rakyat menjadi tempat tumbuhnya generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, mandiri, dan mampu mewujudkan cita-cita,” katanya.
Sementara itu, Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial RI Suratna Kuswanti dalam keterangannya mengatakan Sekolah Rakyat merupakan amanat Presiden RI untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan.
Menurut dia, Sekolah Rakyat tidak sekadar menghadirkan sarana pendidikan, tetapi juga menjadi ruang membangun harapan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bagian dari mandat langsung Presiden Republik Indonesia serta langkah strategis negara dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi,” kata dia.
Sebelumnya, data dari pemerintah daerah mencatat Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon memiliki empat unit asrama berkapasitas 544 tempat tidur, 12 ruang kelas, enam laboratorium, ruang makan berkapasitas 576 kursi, masjid, jaringan internet, serta dukungan air, listrik, dan sistem keamanan.
Adapun Sekolah Rakyat ini menampung sebanyak 540 siswa yang berasal dari Kabupaten dan Kota Cirebon, Majalengka, serta Kuningan.
Baca juga: Kemensos targetkan pembangunan SR di Kabupaten Landak pada Oktober
Baca juga: Kepala Bakom RI tinjau Sekolah Rakyat di Surabaya
Bupati Cirebon Imron saat dikonfirmasi di Cirebon, Minggu, mengatakan peserta didik akan dibimbing dan didampingi selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
Adapun saat ini, kata dia, pemerintah telah membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Cirebon Tahun Ajaran 2026/2027.
“Anak-anak akan dibimbing, dididik dengan kasih sayang, didampingi dengan penuh tanggung jawab agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan berakhlak mulia,” katanya.
Ia mengatakan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis pemerintah, untuk meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
“Program ini merupakan upaya nyata pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
Imron berharap Sekolah Rakyat di daerahnya, menjadi tempat tumbuhnya generasi yang mampu mengembangkan potensi serta mewujudkan cita-cita mereka.
“Sekolah Rakyat menjadi tempat tumbuhnya generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, mandiri, dan mampu mewujudkan cita-cita,” katanya.
Sementara itu, Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial RI Suratna Kuswanti dalam keterangannya mengatakan Sekolah Rakyat merupakan amanat Presiden RI untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan.
Menurut dia, Sekolah Rakyat tidak sekadar menghadirkan sarana pendidikan, tetapi juga menjadi ruang membangun harapan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bagian dari mandat langsung Presiden Republik Indonesia serta langkah strategis negara dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi,” kata dia.
Sebelumnya, data dari pemerintah daerah mencatat Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon memiliki empat unit asrama berkapasitas 544 tempat tidur, 12 ruang kelas, enam laboratorium, ruang makan berkapasitas 576 kursi, masjid, jaringan internet, serta dukungan air, listrik, dan sistem keamanan.
Adapun Sekolah Rakyat ini menampung sebanyak 540 siswa yang berasal dari Kabupaten dan Kota Cirebon, Majalengka, serta Kuningan.
Baca juga: Kemensos targetkan pembangunan SR di Kabupaten Landak pada Oktober
Baca juga: Kepala Bakom RI tinjau Sekolah Rakyat di Surabaya






Komentar (0)