REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indonesia All Stars memang kalah 1-3 dari Aston Villa. Namun, pelatih Kurniawan Dwi Yulianto melihat sesuatu yang lebih penting daripada hasil akhir: keberanian pemainnya menghadapi juara Liga Europa dan kemampuan mereka menjalankan organisasi permainan meski hanya memiliki waktu persiapan satu hari.
Dalam pertandingan pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (1/8/2026), Indonesia All Stars berusaha membatasi ruang gerak para pemain Villa, terutama Alejandro Garnacho. Kurniawan meminta pemainnya tidak menghadapi winger Argentina itu sendirian. Setiap kali Garnacho menguasai bola, pemain terdekat harus menekan, sedangkan rekannya memberikan perlindungan.
Baca Juga
Peluang 8.000 Pekerjaan, CEO Nvidia Jensen Huang: AI Ternyata Ciptakan Gelombang Profesi Baru
PM Thailand Lawatan ke Indonesia pada 3-4 Agustus 2026
Jokowi Kini Bergelar Raja Timor, Targetkan PSI Menang Pemilu 2029
“Karena memang kita cuma latihan sehari, persiapannya juga hanya secara garis besar. Kita mau bermain as a team, begitu saja. Jadi ketika Garnacho pegang bola, kita harus ada yang cover. Menyerang, ya saling menutup,” kata Kurniawan setelah pertandingan.
Strategi sederhana tersebut tidak membuat Indonesia All Stars menguasai pertandingan. Aston Villa tetap lebih dominan, menciptakan lebih banyak peluang, dan mencetak tiga gol melalui Emiliano Buendia, Ross Barkley, serta Brian Madjo. Namun, Kurniawan menilai para pemainnya mampu menjaga keberanian dan disiplin menghadapi tim dengan kualitas individu lebih tinggi.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Penilaian itu tidak hanya datang dari kubu Indonesia. Pelatih Aston Villa Unai Emery mengakui Indonesia All Stars memperlihatkan organisasi permainan yang baik, terutama saat bertahan.
“Kami mendapatkan ritme permainan yang kami butuhkan, sementara lawan juga menunjukkan kualitasnya. Mereka bermain baik dari sisi taktik dan bertahan dengan sangat baik. Secara keseluruhan, saya rasa ini pertandingan yang sukses,” kata Emery setelah laga.
Garnacho Dipaksa Mencari Ruang
Garnacho dimainkan sejak awal di sisi kiri serangan Aston Villa. Pertandingan di Jakarta menjadi penampilan perdananya sebagai starter bersama Villa setelah dipinjam dari Chelsea.
Garnacho bermain selama 45 menit. Ia cukup aktif menyisir sisi kiri dan berusaha memberikan kedalaman serangan ketika memperoleh ruang, tetapi tidak mencetak gol ataupun menghasilkan assist.
Catatan tersebut tidak berarti Garnacho sepenuhnya dimatikan. Ia tetap terlibat dalam aliran serangan Villa dan beberapa kali mencoba membawa bola ke wilayah pertahanan Indonesia All Stars. Namun, Indonesia All Stars berusaha mencegahnya terlalu sering menerima bola dalam situasi satu lawan satu dengan ruang terbuka.
Komentar (0)