Bagi Mazda, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 bukan sekadar ajang untuk memperkenalkan mobil terbaru. Pameran otomotif tahunan itu menjadi penanda dimulainya babak anyar perjalanan jenama kelahiran Jepang tersebut di Tanah Air.
Hanya sehari setelah mengoperasikan Mazda Indonesia Plant di Citeureup, Bogor, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) langsung unjuk gigi ke langkah berikutnya. Di hari pembukaan GIIAS 2026, perusahaan membawa tiga model baru sekaligus, mulai dari SUV andalan, model rakitan lokal, hingga mobil setrum (EV) pertamanya untuk pasar Indonesia.
Langkah itu seolah menjadi penegasan bahwa investasi Mazda di Indonesia tak hanya berhenti di pembangunan pabrik. Perusahaan kini mulai membangun fondasi yang lebih lengkap, mulai dari produksi, lini produk, sampai pengalaman kepemilikan bagi konsumen.
Pabrik Mazda berdiri di atas lahan lebih dari enam hektare dan memiliki kapasitas produksi sampai 5.700 unit per tahun. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung operasional Mazda sekaligus mendukung strategi jangka panjang perusahaan di pasar domestik.
"Tahun ini merupakan momentum yang sangat penting bagi Mazda di Indonesia. Hanya dalam waktu dua hari, kami meresmikan Mazda Indonesia Plant dan menghadirkan tiga model terbaru di GIIAS 2026," ujar Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, Ricky Thio di GIIAS 2026.
Menurutnya rangkaian langkah tersebut bukan sekadar pencapaian bisnis. Mazda ingin menunjukkan keyakinannya terhadap potensi pasar Indonesia sekaligus komitmen untuk tumbuh bersama konsumen Tanah Air dalam jangka panjang.
Tiga Amunisi BaruModel pertama yang diperkenalkan adalah All-New Mazda CX-5 generasi ketiga. SUV global tersebut hadir dengan evolusi desain KODO yang lebih modern, kabin lebih lapang, serta peningkatan kenyamanan berkendara yang tetap mengusung filosofi Jinba-Ittai.
Mazda meniagakannya dalam dua varian, yakni Sport Edition dengan banderol Rp 599 juta dan Kuro Edition Rp 689,9 juta On The Road (OTR) Jakarta.
Sorotan berikutnya datang dari The New Mazda CX-30. Model ini menjadi tonggak baru bagi perusahaan karena menjadi kendaraan pertama yang dirakit secara lokal (CKD) di Mazda Indonesia Plant.
Kendati diproduksi di Tanah Air, Mazda memastikan proses manufakturnya tetap mengikuti standar global perusahaan. Berkat produksi lokal ini, harga CX-30 sekarang menjadi lebih kompetitif, yakni Rp 499 juta OTR Jakarta.
"Bagi kami, kedua langkah tersebut merupakan wujud keyakinan kami terhadap masa depan Indonesia, sekaligus komitmen jangka panjang untuk terus tumbuh bersama masyarakat Indonesia," sambung Ricky.
Mazda juga memanfaatkan GIIAS 2026 sebagai momentum memasuki era elektrifikasi. Pabrikan itu resmi memperkenalkan All-New Mazda 6e Fastback, mobil listrik berbasis baterai (BEV) pertama Mazda yang dipasarkan di Tanah Air.
Fastback setrum tersebut membawa desain khas Mazda yang sporty dan elegan. Menariknya, model ini juga baru saja meraih penghargaan 2026 World Car Design of the Year dan kini diniagakan dengan banderol Rp 850 juta (OTR Jakarta).
Lebih dari Sekadar MobilPengalaman yang ditawarkan Mazda di GIIAS 2026 juga tak berhenti pada deretan kendaraan baru. Pabrikan turut menyuguhkan stan seluas 1.056 meter persegi di Hall 5 ICE BSD dengan konsep Japanese Premium yang menonjolkan kenyamanan dan sentuhan khas Negeri Sakura.
Di dalamnya tersedia Mazda Lounge & Café sebagai area bersantai, Mazda Curated yang menjual berbagai merchandise resmi, Genuine Parts Corner untuk edukasi suku cadang asli, hingga Mazda Owners Club Corner sebagai ruang berkumpul komunitas pengguna Mazda.
Lewat rangkaian langkah tersebut, Mazda ingin menunjukkan bahwa investasinya di Indonesia bukan semata menghadirkan produk baru.
Kehadiran pabrik perakitan, dimulainya produksi lokal, peluncuran tiga model sekaligus, hingga peningkatan pengalaman pelanggan menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat eksistensinya di pasar otomotif nasional.






Komentar (0)