PT TTL percepat layanan logistik nasional lewat EAZI

antaranews.com
13 jam lalu
Cover Berita
Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) -

PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mempercepat layanan logistik nasional melalui inovasi Easy Access Zone Integration (EAZI) yang mampu memangkas waktu pergantian antar kapal (Ship to Ship/STS) dari sebelumnya 4-5 jam menjadi rata-rata hanya 1 jam 30 menit.

"Inovasi tersebut terbukti meningkatkan efisiensi pelayanan kapal, memperbesar kapasitas layanan terminal, serta mendukung percepatan arus logistik nasional," kata Senior Manager Sekretaris Perusahaan dan Hukum PT TTL Syaiful Anam dalam keterangan di Surabaya, Sabtu.

EAZI merupakan hasil kolaborasi antara operator terminal, regulator, dan berbagai pemangku kepentingan kepelabuhanan dalam menciptakan sistem pelayanan kapal yang lebih cepat, terintegrasi, aman, dan efisien.

Melalui pengelolaan pola labuh yang lebih optimal, waktu pergantian antar kapal (Ship to Ship/STS) dapat dipersingkat secara signifikan tanpa mengurangi aspek keselamatan maupun kualitas pelayanan.

Implementasi inovasi tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas operasional di TPK Nilam. Waktu Ship to Ship (STS) yang sebelumnya berada pada kisaran 4–5 jam berhasil ditekan menjadi rata-rata hanya 1 jam 30 menit atau kurang dari dua jam.

Efisiensi ini tidak hanya meningkatkan utilisasi fasilitas terminal, tetapi juga memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengakomodasi tambahan kunjungan kapal tanpa memerlukan investasi infrastruktur baru, sehingga kapasitas layanan terminal dapat dimaksimalkan.

Keberhasilan implementasi EAZI turut tercermin pada kinerja operasional TPK Nilam yang mencatat arus peti kemas tertinggi sepanjang tahun 2026 pada Mei dengan volume mencapai 49.685 TEUs.

Inovasi EAZI pun pada akhirnya turut menorehkan prestasi dengan meraih Radar Surabaya Awards 2026 pada kategori Perusahaan dengan Inovasi & Sinergi Logistik Maritim Terbaik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung implementasi program ini. Keberhasilan di TPK Nilam akan menjadi praktik terbaik (best practice) yang terus dikembangkan dan direplikasi sebagai bagian dari transformasi operasional PT Terminal Teluk Lamong Group," kata Syaiful.

Baca juga: TTL dan BRIN petakan biota laut demi pelestarian ekosistem pesisir

Baca juga: Terminal Teluk Lamong targetkan 3,04 juta TEUs peti kemas pada 2026


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Antusiasme Warga Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Malam Ini
• 20 jam lalu
0
thumb
Data Kependudukan Bersih Fondasi Digital Public Infrastructure
• 6 jam lalu
0
thumb
Kisah Haru Anak Penjual Ayam Goreng Lolos Sekolah Rakyat dan Kejar Cita-cita Jadi Dokter
• 21 jam lalu
0
thumb
Polisi Dalami Motif Pembunuhan Satpam Jatiluhur, Warga Diminta Tak Takut Beri Keterangan
• 14 jam lalu
0
thumb
Apes, Penjual Sayur di Tulungagung Tertembak Senapan Angin ODGJ Saat Sedang Ngopi
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.