Polisi Dalami Motif Pembunuhan Satpam Jatiluhur, Warga Diminta Tak Takut Beri Keterangan

metrotvnews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Polisi terus mendalami motif di balik pembunuhan Sumarna, satpam PJT II yang ditemukan tewas dalam kondisi terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Selain mengumpulkan alat bukti, penyidik juga mengajak warga sekitar untuk tidak takut memberikan informasi yang dapat membantu mengungkap pelaku.

Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam mengatakan masih ada sejumlah warga yang enggan memberikan keterangan karena merasa takut. Karena itu, pihaknya memilih mendatangi masyarakat secara langsung agar mereka lebih terbuka menyampaikan informasi yang diketahui.

"Terlihat masih ada beberapa masyarakat yang ketakutan memberikan informasi. Ketakutan ini hanya sebatas masyarakat mungkin masih takut dengan suasana kantor polisi. Akhirnya saya datang ke sini memberikan gambaran kepada masyarakat, Bapak, Ibu, saya datang ke sini bukan hanya sebagai seorang polisi, tapi sesama umat manusia yang punya kewajiban membantu sesama umat manusia," ujar Febri dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Sabtu 1 Agustus 2026. 

Menurut Febri, pendekatan tersebut mulai membuahkan hasil. Warga yang sebelumnya enggan berbicara kini mulai memberikan informasi yang diyakini dapat membantu penyidik mengungkap motif kasus tersebut.

Baca Juga :

Polisi Olah TKP Ulang Tewasnya Satpam Waduk Jatiluhur
"Alhamdulillah, warga-warga dapat gambaran seperti itu, kami berkomunikasi, informasi ada motif di sini," katanya.

Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta bersama Tim INAFIS Polda Jawa Barat juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang dengan mengerahkan anjing pelacak (K-9) pada Jumat sore, 31 Juli 2026. Penyisiran dilakukan di pos satpam tempat korban berjaga, lokasi penemuan jenazah, hingga sebuah saung yang diduga sempat digunakan korban maupun pelaku.

Polisi turut mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) milik warga serta mencari sidik jari yang diduga milik orang lain di Pos Satpam Bendungan Tanggul Kayat. 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kapan Hujan Turun Lagi? BMKG Proyeksikan Oktober-November 2026
• 7 jam lalu
0
thumb
Migran Maroko Serbu Spanyol Picu Kerusuhan, Pedro Sanchez: Kami akan Pulangkan Para Migran
• 22 jam lalu
0
thumb
Jawaban Kenny Tete soal Peluang Bermain di Liga Indonesia, Akui Kenal Sejumlah Pemain Timnas Indonesia
• 18 jam lalu
0
thumb
Jalan Pulang: Menemukan Jejak Manusia dalam Sehelai Kebaya
• 1 jam lalu
0
thumb
BI Bangun Ekosistem Desa Wisata dengan Integrasi Kopi, Madu, dan Pokdarwis di Simalungun
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.