Banjir Langka Melanda Gurun di Xinjiang dan Gansu, Tiongkok, Wilayah Gurun Berubah Menjadi Hamparan Air (Disertai Video)

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

Dalam beberapa hari terakhir, banjir langka melanda sejumlah wilayah di tepi gurun di Xinjiang bagian selatan dan Dunhuang, Provinsi Gansu, Tiongkok sehingga menarik perhatian publik. Pada 29 Juli, banjir bandang terjadi di Kabupaten Luntai, Prefektur Otonomi Mongol Bayingolin (Bayingolin), Xinjiang. Air bah meluap hingga ke Jalan Tol Tuhe (Turpan–Hotan), menyebabkan banyak orang dan kendaraan terjebak. Pada hari yang sama, Dunhuang di Provinsi Gansu juga diterjang banjir. Permukaan air Sungai Danghe naik dengan cepat hingga menimbulkan risiko luapan.

EtIndonesia.com Pada 29 Juli 2026  pukul 15.50, Kabupaten Luntai dilanda hujan deras yang sangat ekstrem. Sejumlah wilayah dengan cepat tergenang air dan mengalami banjir perkotaan, sehingga lalu lintas di berbagai ruas jalan terganggu.

Sekitar pukul 18.10, akibat luapan banjir, kawasan Simpang Susun Luntai (Jembatan Layang Talake) di Jalan Tol G3012 Tuhe berubah menjadi lautan air keruh. Air bercampur lumpur melintasi permukaan jalan, sementara genangan di daerah yang lebih rendah mencapai setinggi pinggang orang dewasa. Banyak kendaraan terjebak banjir, menyebabkan antrean kendaraan hingga hampir 1.500 meter.

Data menunjukkan bahwa pada tanggal 29 Juli, curah hujan di Kabupaten Luntai mencapai 76,6 milimeter dalam waktu kurang dari dua jam. Hujan paling deras terjadi antara pukul 16.00 hingga 17.00, dengan curah hujan lebih dari 50 milimeter hanya dalam satu jam.

Wilayah tersebut memiliki iklim gurun yang kering, dengan rata-rata curah hujan tahunan sekitar 72 milimeter. Artinya, hujan yang turun dalam waktu dua jam hampir menyamai total curah hujan selama satu tahun.

Badan Meteorologi Kabupaten Luntai menyatakan bahwa hujan deras kali ini merupakan hujan singkat terkuat dalam hampir 20 tahun terakhir.

Kesaksian Warga

Sejumlah warganet di Tiongkok mengungkapkan keterkejutannya:

Dunhuang Juga Dilanda Banjir

Selain itu, pada 29 Juli, akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah hulu selama beberapa hari, Dunhuang, Provinsi Gansu, juga mengalami banjir.

Pada 30 Juli pagi, sejumlah warga setempat dan wisatawan mengatakan kepada media bahwa ketika banjir datang, permukaan sungai naik sangat cepat. Di beberapa ruas jalan raya, air berwarna kuning kecokelatan yang membawa lumpur mengalir deras di kedua sisi jalan.

Sungai yang mengalir melalui Dunhuang adalah Sungai Danghe, yang berada di tepi Gurun Kumtag. Wilayah aliran sungai tersebut memiliki rata-rata curah hujan tahunan kurang dari 70 milimeter.

Pada  29 Juli, debit air dari hulu Sungai Danghe meningkat tajam. Permukaan air di jalur sungai yang melintasi kawasan perkotaan Dunhuang naik dengan cepat, arusnya sangat deras, dan muncul risiko luapan.

Video yang diunggah oleh saksi mata memperlihatkan banjir keruh membawa lumpur menerjang hamparan Gurun Gobi yang luas. Di pintu pelimpah sebuah waduk, semburan air mengangkat lumpur hingga beberapa meter ke udara.

Wisatawan Terkejut Melihat Gurun Dilanda Banjir

Seorang wisatawan asal Zhejiang, bermarga Zhang, mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya ia menyaksikan banjir terjadi di gurun.

Saat sedang berkendara di kawasan perkotaan pada 29 Juli, ia melihat sebuah sungai di tepi jalan mengalir sangat deras, meskipun perjalanan mereka tidak terganggu.

Sementara itu, seorang wisatawan asal Shanghai yang bermarga Lan (nama samaran) semula berencana mengemudi menuju Gunung Heidu pada 29 Juli. Dalam perjalanan, ia melihat air bah berwarna kuning kecokelatan mengalir deras di sepanjang jalan hingga meluap ke permukaan jalan.

Ia mengatakan:”Saat itu kendaraan dari arah berlawanan semuanya diminta putar balik. Karena kami sudah hampir tiba di Gunung Heidu, kami masih bisa lewat. Setelah itu jalan langsung ditutup. Namun objek wisata Gunung Heidu juga ditutup pada hari itu karena cuaca.”

Reaksi Warganet

Banyak orang mengaku belum pernah menyaksikan fenomena seperti ini.

Beberapa komentar di media sosial antara lain:

Disusun oleh reporter Li Enzhen / Editor: Li Quan – NTDTV.com


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Tegaskan Putusan MK soal Pemisahan Anggaran MBG Mulai Berlaku pada APBN 2028
• 23 jam lalu
0
thumb
Kabar Duka, Balita yang Butuh Donor Darah Langka Meninggal Sabtu Pagi
• 9 jam lalu
0
thumb
Dedi Mulyadi Coret BUMD Perantara Trans Jabar, Damri Langsung Dibayar Pemprov
• 8 jam lalu
0
thumb
Balita di Makassar Dibawa Paksa 3 Orang Jadi Jaminan, Diduga gegara Utang Arisan Online
• 4 jam lalu
0
thumb
Viral Alutsista Berjejer di Monas Dikaitkan Demo Besar, Ini Kata Mabes TNI
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.