Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyetujui usulan Perum Bulog untuk mengembangkan beras premium yang mengandung vitamin (fortifikasi) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dia menilai usulan tersebut untuk mendukung kelancaran pelaksanaan MBG, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan pasokan beras.
“Usulan dari Bulog tadi, kami memandang positif, terkhusus untuk daerah-daerah yang memang misalnya jangkauan atau persebaran atau stok berasnya memang dirasa minim,” ucap Sudaryono dikutip Sabtu (1/8/2026).
Sudaryono mengatakan keterlibatan Bulog diperlukan untuk mencegah terjadinya gangguan pasokan yang dapat menyebabkan kenaikan harga beras di daerah.
“Jangan sampai kemudian ada dapur, ada SPPG, ada kegiatan MBG di situ, mengambil katakanlah beras lokal ya, atau beras yang beredar di situ, kemudian menjadi gejolak kenaikan harga di kabupaten atau wilayah itu,” jelasnya.
Sudaryono menuturkan BGN ingin menempatkan Bulog sebagai buffer stock atau penyangga jika terjadi kekurangan pasokan beras di beberapa daerah.
Meski demikian, dia mengatakan pelaksanaan MBG akan tetap memprioritaskan memakai bahan pangan dari daerah setempat.
“Jadi kami ingin memastikan bahwa memang MBG ini bukan hanya memberi gizi, tapi juga bisa memutar atau mendorong ekonomi lokal,” pungkas Sudaryono. (saa/muu)





Komentar (0)