JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mengungkapkan isi pembicaraan saat Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pertemuan tertutup dengan pimpinan Kadin se-Indonesia dan sejumlah asosiasi pengusaha di Istana, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Anindya menyampaikan, mereka berbincang mengenai ekspor Indonesia, khususnya produk yang sering dibicarakan.
"Jadi saya akan gambarkan, bahwa tadi kita bicara bahwa Indonesia itu ekspor sekitar 300 miliar dollar, di mana sekitar 60 miliar dollar-nya itu yang sering dibicarakan dalam konteks batu bara, minyak kelapa sawit, sampai kepada steel. Nikel misalnya," ujar Anindya dalam jumpa pers di Istana, Jumat.
Baca juga: Update kasus TPPU eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Tetapkan Tersangka Baru, Saksi Ferry Dititip ke LPSK
"Nah sisanya 250 miliar dollar itu yang tadi kita ingin runut satu per satu agar supaya kita siap melihat adanya perubahan rantai global ini," sambungnya.
Kemudian, Anindya menyebut mereka turut membahas hubungan baik Prabowo dengan dua negara adikuasa, yakni China dan Amerika Serikat.
Kadin memuji kebijakan Prabowo yang terus melaksanakan diplomasi bebas aktif.
Baca juga: Kebijakan Gagap Atap Ijuk
"Dan ini kami terapkan juga dalam ekonomi sehingga kami sangat aktif baik di ASEAN, di G20, di BRICS, lalu di APEC," kata Anindya.
Menurut Anindya, menghadiri forum internasional seperti itu dimanfaatkan Kadin untuk memaksimalkan relasi bisnis mereka di kancah global.
"Karena kalau kita bisa berdagang lebih, tentu efeknya kepada investasi, efeknya kepada industrialisasi yang ujungnya lapangan kerja. Dan memang itulah esensi daripada Kadin," imbuhnya.
Baca juga: Sambut Bulan Kemerdekaan, Kemenag Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Komentar (0)