Anggota parlemen Amerika Serikat (AS) mendesak Taiwan untuk mengesahkan usulan anggaran pengadaan drone, di tengah ancaman potensi serangan dari China. Anggota parlemen AS itu memperingatkan Taipei bahwa "waktunya semakin singkat".
China mengklaim Taiwan sebagai bagian wilayah kedaulatannya dan mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk merebut pulau, yang memiliki pemerintahan demokratis tersebut.
Taipei telah meningkatkan anggaran pertahanannya dalam beberapa tahun terakhir, namun masih bergabung pada dukungan keamanan Washington untuk menangkal ancaman Beijing.
"Waktunya semakin singkat, dan semakin cepat rancangan undang-undang komprehensif mengenai drone dapat disahkan, maka akan semakin baik," kata anggota parlemen AS dari Partai Republik, Young Kim, seperti dilansir AFP, Jumat (31/7/2026).
Desakan itu disampaikan Kim saat berkunjung ke Taipei bersama delegasi bipartisan Kongres AS pada Jumat (31/7) waktu setempat.
"Perang yang melibatkan Ukraina dan Iran menunjukkan bahwa Taiwan perlu membeli dan memproduksi drone dalam skala besar," cetus Kim dalam kunjungan ke Kantor Kepresidenan Taiwan, tempat para anggota Kongres AS bertemu Presiden Lai Ching-te.
Di bawah tekanan kuat AS untuk meningkatkan belanja keamanan, pemerintahan Lai bertekad menaikkan anggaran pertahanan hingga mencapai lima persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2030.
Fokus utama dari alokasi dana ini adalah pengadaan persenjataan yang lebih kecil dan gesit, termasuk drone, untuk memungkinkan militer Taiwan menjalankan strategi perang asimetris dalam menghadapi lawan yang jauh lebih kuat.
(nvc/ita)






Komentar (0)