RS Regional Urai Distribusi Pasien ke Kota, Gubernur Groundbreaking RS Wilayah Selatan

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi memulai pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional Wilayah Selatan di Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Kamis, 30 Juli.

Pembangunan rumah sakit senilai Rp161 miliar itu menjadi bagian dari komitmen Pemprov Sulsel dalam meningkatkan pemerataan akses layanan kesehatan rujukan, khususnya bagi masyarakat di wilayah selatan Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Evi Mustikawati Arifin, mengatakan rumah sakit tersebut dibangun di atas lahan seluas sekitar 20 ribu meter persegi menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel melalui skema Multi Years Project (MYP) 2025–2027.

“Pembangunan RS Regional Wilayah Selatan ini merupakan wujud komitmen Pemprov Sulsel dalam meningkatkan pemerataan akses serta kualitas pelayanan kesehatan rujukan, khususnya di wilayah selatan Sulsel,” ujar Evi.

Ia menjelaskan, proyek tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 450 hari kalender dengan target penyelesaian pada Agustus 2027. Pemprov berharap pembangunan berjalan sesuai jadwal dan memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan sehingga masyarakat dapat lebih mudah memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pemilihan Kecamatan Tinggimoncong sebagai lokasi pembangunan didasarkan pada kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di kawasan tersebut. Menurutnya, Kabupaten Gowa menjadi salah satu daerah dengan jumlah penduduk terbesar di wilayah selatan Sulsel, namun masih menghadapi tantangan tingginya angka kematian ibu dan anak yang dipengaruhi keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.

“Kita harapkan ini menjadi rumah sakit yang representatif agar masyarakat lebih mudah mengakses fasilitas kesehatan yang memadai,” katanya.

Andi Sudirman menegaskan pembangunan rumah sakit tersebut tidak berorientasi pada keuntungan bisnis, melainkan untuk membantu masyarakat yang selama ini kesulitan memperoleh layanan kesehatan karena jarak yang jauh.

Ia juga menyebut kehadiran RS Regional Malino akan mendukung pengembangan sektor pariwisata. Wisatawan yang berkunjung ke kawasan Malino nantinya dapat dengan mudah memperoleh layanan kesehatan apabila membutuhkan penanganan medis.

Selain itu, Pemprov Sulsel berencana menempatkan dokter spesialis di daerah-daerah pelosok dengan memberikan insentif yang kompetitif. Gubernur juga memastikan putra-putri daerah Malino dan sekitarnya akan diprioritaskan apabila memenuhi syarat sebagai dokter spesialis untuk direkrut di RS Regional Malino.

Sementara itu, Direktur PT Tuju Wali Wali, Iskandar, menjelaskan pembangunan rumah sakit dilakukan dengan skema desain dan bangun (design and build) melalui kerja sama operasi (KSO) bersama konsultan desain Sangkuriang dan HEBSA. Proyek ini juga memiliki masa pemeliharaan selama 365 hari kalender.

Rumah sakit tersebut berstatus Tipe C dengan kapasitas awal 100 tempat tidur. Pembangunannya diproyeksikan melayani sekitar 165 ribu penduduk di tujuh kecamatan prioritas di Kabupaten Gowa, terutama Tinggimoncong, Tombolopao dan wilayah sekitarnya. Selain itu, masyarakat dari Sinjai Barat, Sinjai Tengah hingga sebagian Bulukumba juga dapat memanfaatkan layanan rumah sakit ini.

“Ke depan kapasitas rumah sakit dapat dikembangkan menjadi 150 tempat tidur dan meningkat hingga 188 tempat tidur pada 2040 sesuai kebutuhan pelayanan,” ujar Iskandar.

Ia menjelaskan fasilitas yang akan dibangun meliputi instalasi gawat darurat (IGD), layanan spesialis ibu dan anak, rawat inap, ICU, ruang operasi, ruang bersalin, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya. Rumah sakit ini diharapkan mampu menangani rujukan dasar sehingga dapat mengurangi beban rujukan pasien ke rumah sakit di Kota Makassar.

Pada tahap pertama, pembangunan mencakup gedung utama empat lantai, gedung rawat inap standar dan isolasi, fasilitas utilitas seperti instalasi gizi, laundry dan pemulasaran jenazah, rumah dinas dokter, masjid, asrama putra dan putri, pos jaga, area parkir hingga fasilitas olahraga.

Iskandar menambahkan proyek ini memanfaatkan teknologi Building Information Modeling (BIM) dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kualitas konstruksi. Teknologi tersebut digunakan guna mendeteksi potensi kesalahan struktur, memantau aktivitas pekerja, serta memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja melalui sistem pemantauan secara real time.

Bupati Gowa Husniah Talenrang menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulsel atas pembangunan RS Regional di Kabupaten Gowa. Menurutnya, kehadiran rumah sakit tersebut tidak hanya meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan wisata Malino.

“Selama ini masyarakat di Tinggimoncong harus ke Sungguminasa bahkan ke Makassar untuk mendapatkan layanan kesehatan. Dengan hadirnya RS Regional ini, masyarakat akan lebih mudah memperoleh pelayanan kesehatan di wilayah sendiri,” ujarnya.

Husniah menilai keberadaan rumah sakit juga akan memberikan dampak positif bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan tersebut seiring berkembangnya fasilitas kesehatan dan pariwisata. (uca)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Diunggulkan, Luciano Leandro Ingatkan Jangan Remehkan Timor Leste
• 14 jam lalu
0
thumb
Jawa Tengah Terbanyak! 5 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Sepanjang 2026, Terbaru Bupati Pemalang
• 18 jam lalu
0
thumb
Satpol PP Aceh Pergoki Tiga ASN Nongkrong di Warkop saat Jam Kerja
• 10 jam lalu
0
thumb
Cemburu Berujung Maut, Pria Bunuh Kekasih di Rumah Kos Jakarta Barat
• 5 jam lalu
0
thumb
Apapun Keterbatasan APBN, MK Ingatkan Anggaran Pendidikan 20 Persen Tidak Boleh Dikurangi
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.