Menjaga Warisan Racikan Herbal di Tengah Dinamika Merek

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Fazli Hasniel Sugiharto atau Arniel menegaskan komitmennya menjaga warisan racikan herbal yang dikembangkan almarhumah ibundanya, Lilies Susanti Handayani, di tengah dinamika industri herbal nasional.

Menurut Arniel, Kutus Kutus bukan sekadar merek dagang, melainkan warisan keluarga yang dirintis dari racikan sederhana hingga berkembang menjadi produk minyak herbal yang dikenal masyarakat.

"Bagi saya, Kutus Kutus bukan sekadar merek. Ini adalah warisan yang saya terima langsung dari ibu saya, Lilies Susanti Handayani. Racikan ini adalah bagian dari keluarga kami," ujar Arniel, dikutip Jumat, 31 Juli 2026.

Di tengah perkembangan industri herbal, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat hanya sebagian kecil produk jamu yang telah berstatus Obat Herbal Terstandar (OHT). Berdasarkan data BPOM per 10 Juni 2026, dari sekitar 20 ribu izin edar jamu di Indonesia, sebanyak 71 produk telah memperoleh status OHT.

Status OHT diberikan kepada produk herbal yang telah memenuhi persyaratan mutu, keamanan, dan khasiat berdasarkan pengujian sesuai ketentuan BPOM. Arniel menyebut Kutus Kutus menjadi salah satu produk yang telah memperoleh status tersebut.

Arniel mengakui perjalanan bisnis Kutus Kutus tidak lepas dari berbagai tantangan, termasuk munculnya narasi yang menyebut merek tersebut sudah tidak lagi dikelola oleh pihak yang mewarisi racikan asli.

"Tapi apa yang saya pegang adalah akar dari semuanya. Racikan ini, formulasinya, dan nilai yang ibu saya tanamkan, itu tidak bisa diubah oleh siapa pun," kata dia.
 

Baca Juga :

 
Jangan Tergiur Harga Murah, Simak Ciri dan Daftar Kosmetik Berbahaya
 



Almarhumah Lilies Susanti Handayani saat membalurkan Kutus Kutus ke pelanggan. Foto: dok Kutus Kutus.
  Melanjutkan warisan sang ibu
Ia juga mengaku memilih untuk tetap fokus melanjutkan warisan yang telah dibangun sang ibu dibanding menanggapi berbagai polemik.

"Saya hanya ingin melanjutkan apa yang ibu saya mulai. Dan saya percaya, publik akan melihat mana yang konsisten dan mana yang hanya berubah," ujarnya.

Menanggapi adanya pihak lain yang membangun narasi mengenai kepemilikan warisan Kutus Kutus, Arniel mengatakan setiap orang berhak membangun usaha sendiri. Namun, ia menilai informasi yang menyebut warisan tersebut sudah tidak ada lagi tidak sesuai dengan kondisi yang diyakininya.

"Jika seseorang ingin membangun sesuatu yang baru, itu adalah hak mereka. Tapi ketika narasi yang dibangun adalah warisan ibu saya sudah tidak ada lagi, itu yang saya sayangkan. Karena faktanya, saya masih di sini, masih memegang racikan warisan ibu, dan masih hadir untuk masyarakat," katanya.

Selain mengembangkan produk, Arniel mengatakan pihaknya aktif memperkenalkan konsep Wellness Nusantara melalui berbagai kegiatan komunitas, seperti lari di Gelora Bung Karno (GBK), turnamen tenis Celuk Open di Gianyar, komunitas renang di Riau, komunitas lansia, hingga kirab budaya di Mangkunegaran.

Menurut Arniel, keterlibatan dalam berbagai komunitas menjadi salah satu cara untuk menjaga kedekatan dengan masyarakat.

"Kutus Kutus bukan milik saya pribadi. Ini adalah milik semua orang yang merasakan manfaatnya, mulai dari para lansia, atlet, pelari, hingga ibu-ibu di rumah. Saya hanya penjaga, dan saya berjanji akan terus menjaganya," jelas dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ini Bocoran Kasus yang Jadi Bahan Pemerasan Pegawai KPK
• 22 jam lalu
0
thumb
Zelenskyy rombak jajaran dinas keamanan Ukraina
• 3 jam lalu
0
thumb
TAK LAZIM! Binsar Soroti Banyak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Sudah Sah
• 2 jam lalu
0
thumb
Mekeng Berharap Jakarta jadi Pionir Obligasi Daerah
• 8 jam lalu
0
thumb
KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Jasindo Rugikan Negara Rp 15,6 Miliar
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.