Lahan Ciangir Bukan Pengganti TPS Bantargebang, Pramono: Ini Tempat Ketahanan Pangan

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan lahan milik Pemprov DKI Jakarta di Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, bukan pengganti Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

"Sepenuhnya tempat ini bukan seperti yang dipikirkan orang akan menjadi tempat alternatif Bantargebang, sama sekali enggak," jelas Pramono saat meninjau lahan Ciangir, Jumat (31/7/2026).

Ia mengungkapkan, lahan seluas hampir 100 hektare itu akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.

Baca juga: Strategi Baru DKI Jakarta Atasi Sampah Jelang Penutupan Open Dumping Bantargebang

Sebanyak 40 hektare akan digunakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), 20 hektare dikelola BUMD Dharma Jaya, sementara sebagian lainnya telah dimanfaatkan sebagai lahan lembaga pemasyarakatan.

Kawasan tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pasokan pangan bagi Jakarta dan Banten.

Di lokasi itu akan dikembangkan peternakan sapi, ayam, perikanan, hingga pertanian.

"Tempat ini adalah tempat untuk pengembangan ketahanan pangan, apakah itu sapi, apakah itu ikan, apakah itu ayam, dan pertanian yang lebih luas tentunya jagung, padi, dan sebagainya," ungkap dia.

Pembangunan fasilitas yang dikelola Dharma Jaya dijadwalkan dimulai sekitar November 2026 dengan nilai investasi hampir Rp1 triliun.

Baca juga: Pemprov DKI Siapkan Jemput Sampah Terpilah dari Rumah, Uji Coba Dimulai 2027

Sementara itu, ia meminta DLH, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), serta Badan Aset memulai pengembangan area yang menjadi kewenangan Pemprov DKI paling lambat awal September.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kawasan itu nantinya akan memanfaatkan pupuk dan pakan yang merupakan hasil pengolahan sampah organik dari fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Jakarta.

"Sekali lagi bukan tempat untuk sampah, tetapi tempat untuk ketahanan pangan yang berkaitan dengan sapi dan sebagainya yang tadi sudah saya jelaskan," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pilot yang Selundupkan 26 Kg Ekstasi di Bandara Soetta Dibayar 50 Ribu Ringgit
• 19 jam lalu
0
thumb
Kemendag Pastikan Stok MinyaKita Aman Meski DMO Sawit Turun
• 20 jam lalu
0
thumb
Iran Kutuk Keras Serangan Agresor AS-Saudi ke Irak, Sebut Pelanggaran Kedaulatan
• 21 jam lalu
0
thumb
Penculik Gadis Asal Bandung Ditangkap Saat Sembunyi di Bali
• 16 jam lalu
0
thumb
Situ Habibie Sukabumi Jadi Sarang Buaya, Ternak Warga Dimangsa
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.