Kemendag Pastikan Stok MinyaKita Aman Meski DMO Sawit Turun

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Perdagangan memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap stok minyak goreng termasuk MinyaKita, meski domestic market obligation (DMO) minyak sawit mengalami penurunan seiring turunnya ekspor crude palm oil (CPO).

Iqbal Shoffan Shofwan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag mengatakan, pemerintah sudah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 Tahun 2026 untuk memastikan pasokan minyak goreng tetap tersedia di pasar.

“Ada Permendag 20 Tahun 2026 yang menjamin bahwasanya Republik ini, karena kita salah satu penghasil sawit terbesar di dunia, tidak akan ada kelangkaan minyak goreng. Bukan hanya MinyaKita yang kita atur, tapi juga minyak premium dan minyak second brand itu harus tersedia di pasar, utamanya pasar rakyat,” kata Iqbal di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (30/7/2026) yang dikutip Antara.

Iqbal menjelaskan, penurunan DMO tidak otomatis membuat pasokan MinyaKita langka. Menurutnya, kewajiban DMO baru berlaku ketika produsen melakukan ekspor CPO dan produk turunannya.

Berdasarkan laporan Kemendag dalam Rapat Koordinasi Inflasi Daerah, Senin (20/7/2026), pasokan DMO memang menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun lalu.

Per 17 Juli 2026, DMO CPO tercatat 53.059 ton. Angka itu lebih rendah dibandingkan Juni 2026 sebanyak 102.625 ton, dan jauh di bawah DMO Juli 2025 yang mencapai 215.359 ton.

Meski begitu, Iqbal menegaskan pemerintah telah mengantisipasi kebutuhan minyak goreng dalam negeri melalui Permendag Nomor 20 Tahun 2026. Dalam Pasal 4A, produsen diwajibkan memasok minyak goreng kemasan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga di pasar domestik.

Ia juga membantah anggapan bahwa penurunan DMO berarti produsen akan menghentikan ekspor CPO. Menurut Iqbal, keputusan ekspor bergantung pada permintaan pasar internasional dan mekanisme bisnis masing-masing pelaku usaha.

“Produsen itu ekspor atau tidak ekspornya kan tergantung business to business (B2B) mereka. Ada permintaan atau tidak di luar negeri,” terangnya.

Iqbal menambahkan, berdasarkan pemantauan Kemendag, ekspor CPO dalam dua tahun terakhir cenderung stabil meski mengalami fluktuasi musiman. (ant/bil/ham)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Inspektorat Kota Medan Periksa Lurah Syerly Pasca Ejek Warga saat Kunjungan | BERITA UTAMA
• 1 jam lalu
0
thumb
Sinopsis ASMARA GEN Z SCTV Episode 622, Hari Ini Kamis 30 Juli 2026: Mohan Pantang Menyerah Kejar Raisa, Rose Bikin Ken Gigit Jari
• 7 jam lalu
0
thumb
Timnas Indonesia Jadi Sorotan, Media Vietnam Sebut AFC Beri Perlakuan Istimewa di Piala AFF 2026
• 14 jam lalu
0
thumb
Apple Buka Program Sewa iPhone di AS, Harga Mulai Rp 325 Ribu Per Bulan
• 8 jam lalu
0
thumb
Ribuan Migran Terobos Wilayah Ceuta dari Maroko, Pemda Minta Status Darurat
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.