Iran Dapat Bocoran dari Yordania Sebelum Menyerang Pangkalan Amerika Serikat

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran mengklaim memperoleh informasi penting dari Warga Yordania soal Pangkalan Amerika Serikat (AS). Klaim ini muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Teheran dan Washington di Timur Tengah.

Dikutip dari Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), Jumat (31/7/2026), Iran menyampaikan apresiasi kepada warga negara terkait yang disebut memberikan informasi mengenai aktivitas di pangkalan-pangkalan militer dari Amerika Serikat. Dukungan tersebut dinilai membantu mempersempit ruang gerak lawan.

Baca Juga: Kenang Gus Dur hingga Peringatan Soal Pemimpin Korup, Ada Pesan Tegas di Balik Napak Tilas Mahfud MD

"Angkatan Bersenjata Iran berterima kasih kepada Rakyat Yordania. Mereka telah memberikan informasi yang berguna dari dalam pangkalan-pangkalan dari Amerika Serikat. Kerja sama yang tulus dan sikap terbuka mereka telah mempersempit ruang gerak musuh dan membuatnya berada di bawah tekanan," ungkap Iran.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu klaim paling terbuka mengenai dugaan adanya dukungan informasi dari luar negeri dalam operasi militer dari Iran ke Amerika Serikat.

Meski demikian, hingga kini tidak ada bukti yang dipublikasikan mereka untuk mendukung klaim tersebut. Pemerintah Yordania juga belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan yang disampaikan media pemerintah Iran.

Diketahui, Yordania menjadi salah satu wilayah yang beberapa kali disebut dalam konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Negara tersebut diketahui menjadi lokasi sejumlah fasilitas militer yang digunakan pasukan dari Washington.

Terbaru, Iran meluncurkan sejumlah rudal balistik yang diarahkan ke Pangkalan Amerika Serikat di Yordania. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut serangan tersebut sebagai upaya serangan mendadak. Seluruh rudal yang diluncurkan Iran diklaim berhasil dicegat.

"Pasukan Korps Garda Revolusi Islam meluncurkan beberapa rudal balistik dari Iran dalam upaya serangan mendadak terhadap pasukan AS yang berbasis di Timur Tengah," demikian pernyataan CENTCOM.

Serangan rudal tersebut menjadi serangan rudal pertama sejak kedua negara menghentikan sementara perangnya, menyusul pengumuman dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Baca Juga: Soal Babak Terbaru Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Saya Menang, Tidak Perlu Banyak Bicara Lagi

Ia diketahui menahan diri dari melakukan serangan selama beberapa hari ke Iran. Jeda itu sebelumnya memunculkan harapan bahwa kedua pihak dapat kembali membuka jalur diplomasi antara Teheran dan Washington.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Lokasi dan Jadwal Samsat Keliling Polda Metro Jaya pada Jumat 31 Juli 2026
• 4 jam lalu
0
thumb
Paramount Petals Dorong Akses Layanan Kesehatan Dasar bagi Warga Tangerang
• 15 jam lalu
0
thumb
Duh, Ketahuan Nge-Like Postingan Lama Pas Stalking? Begini Kata Bos Instagram
• 21 jam lalu
0
thumb
Pernyataan Dasco soal PPPK Seusai Rapat Spesial di Komisi II DPR
• 7 jam lalu
0
thumb
Inisiatif Bioenergy Lestari Diakui Dunia, Pertamina Raih Outstanding SDG Innovator 2026
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.