RS Regional Malino Bakal Tekan Risiko Kematian Ibu dan Bayi di Kawasan Pegunungan

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, GOWA — Pembangunan Rumah Sakit Regional Wilayah Selatan di Malino bukan sekadar menghadirkan fasilitas kesehatan baru.

Rumah sakit tersebut disiapkan untuk memperluas akses pelayanan medis bagi masyarakat kawasan pegunungan sekaligus menekan angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi perhatian pemerintah.

Menurut Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, kawasan dataran tinggi selama ini masih menghadapi tantangan akses menuju rumah sakit rujukan.

Kondisi geografis dan waktu tempuh yang panjang kerap menjadi kendala ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan, terutama dalam kondisi darurat.

“Kita membangun rumah sakit ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang aksesnya masih terbatas. Ada persoalan jarak dan transportasi medis dari kawasan pegunungan, sementara angka kematian ibu dan anak masih menjadi perhatian. Karena itu, fasilitas kesehatan harus hadir lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.

Selain melayani masyarakat, rumah sakit regional tersebut juga dirancang mendukung kawasan wisata Malino melalui penyediaan layanan kegawatdaruratan dan konsultasi kesehatan bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.

Andi Sudirman menegaskan pembangunan rumah sakit tidak boleh berhenti pada penyelesaian fisik bangunan semata.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan memastikan kesiapan sumber daya manusia kesehatan, peralatan medis, hingga sistem pelayanan sebelum rumah sakit mulai beroperasi.

“Yang kita bangun bukan sekadar gedung. Kita harus memastikan tenaga kesehatan, peralatan dan sistem pelayanannya siap sehingga ketika rumah sakit ini beroperasi, masyarakat langsung mendapatkan layanan yang berkualitas,” tegasnya.

Rumah Sakit Regional Wilayah Selatan dibangun di atas lahan sekitar 21.000 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 9.907 meter persegi.

Fasilitas kesehatan tipe C tersebut memiliki kapasitas awal 100 tempat tidur dan dilengkapi layanan IGD, kesehatan ibu dan anak, spesialis dasar, rawat inap, ICU/HCU, ruang operasi, ruang bersalin, serta fasilitas penunjang medis lainnya.

Proyek senilai Rp161 miliar itu menggunakan skema design and build dan ditargetkan rampung pada Agustus 2027.

Rumah sakit tersebut diproyeksikan melayani tujuh kecamatan dataran tinggi Kabupaten Gowa serta masyarakat di wilayah perbatasan Kabupaten Sinjai dan Bulukumba, sehingga diharapkan mempercepat akses layanan kesehatan rujukan di kawasan selatan Sulawesi Selatan. (an)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pertamina Raih Outstanding SDG Innovator 2026, Inisiatif Bioenergy Lestari Diakui Dunia
• 16 jam lalu
0
thumb
Kasus Pengeroyokan, Eks Anggota DPRD Bekasi Ditahan Tanpa Borgol-Rompi Tahanan
• 3 jam lalu
0
thumb
Bursa Asia Melonjak, Indeks Kospi Terbang 14 Persen
• 2 jam lalu
0
thumb
Jadwal Piala Presiden 2026, Jumat 31 Juli: Arema FC dan Persib Bandung Main
• 3 jam lalu
0
thumb
Tampang Pilot yang Selundupkan 26 Kg Ekstasi di Bandara Soetta
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.