Bogor–Sukabumi, Saat Perjalanan Lebih Menarik daripada Tujuannya

liputan6.com
2 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan dari Bogor menuju Sukabumi tidak selalu harus ditempuh dengan kendaraan pribadi dan menghadapi kemacetan di jalan. Ada pilihan lain yang lebih santai, duduk di dalam kereta api Pangrango sambil menyaksikan perubahan lanskap dari kawasan perkotaan, lembah, perbukitan, hingga persawahan.

Tak lama setelah kereta meninggalkan Bogor, pemandangan mulai berubah. Jalur rel membentang melewati kawasan lembah Sungai Cisadane hingga menuju Stasiun Maseng. Di sejumlah titik, penumpang dapat melihat bentang alam dengan latar Gunung Salak dan Gunung Pangrango, terutama saat kereta mendekati Stasiun Cigombong.

Advertisement

Selepas Sukabumi, suasana perjalanan kembali berganti. Jalur kereta memasuki kawasan pedesaan dengan pemandangan persawahan dan perbukitan yang menjadi ciri wilayah Sukabumi hingga Cianjur. Perjalanan tersebut menjadi salah satu cara menikmati sisi lain Jawa Barat tanpa harus mengemudi. Dari balik jendela, penumpang dapat melihat pemandangan yang terus berubah sepanjang perjalanan.

Jalur Rel Lebih dari Seabad

Jalur Bogor–Sukabumi–Cianjur merupakan salah satu jalur kereta api tertua di Jawa Barat. Jalur ini dibangun oleh perusahaan kereta api negara Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS), pada paruh kedua abad ke-19.

Pembangunannya dilakukan secara bertahap. Jalur Buitenzorg atau Bogor menuju Cicurug sepanjang 27 kilometer mulai dibuka pada 5 Oktober 1881. Selanjutnya, jalur Cicurug–Sukabumi sepanjang 31 kilometer mulai beroperasi pada 21 Maret 1882.

Pembangunan kemudian diteruskan hingga Cianjur dengan panjang sekitar 39 kilometer. Jalur Bogor–Sukabumi–Cianjur akhirnya beroperasi secara penuh pada 10 Mei 1883.

 

 

 

Bangunan Stasiun Sukabumi tahun 1945-1955. Sumber: Tropenmuseum (Atk)

Pada masa kolonial, jalur tersebut dibangun untuk memperlancar pengangkutan hasil perkebunan dari wilayah pedalaman Jawa Barat, seperti teh, kopi, kina, karet, dan tebu, menuju Batavia.

Kini, jalur yang dahulu digunakan untuk mengangkut hasil bumi itu menjadi bagian dari mobilitas masyarakat sekaligus menawarkan pengalaman perjalanan bagi wisatawan.

Salah satu bagian yang menarik berada di jalur Sukabumi–Cianjur, yakni Terowongan Lampegan. Terowongan sepanjang 686 meter itu telah beroperasi sejak 1882 dan dikenal sebagai salah satu terowongan kereta api tertua di Jawa Barat.

Saat kereta memasuki terowongan, suasana perjalanan berubah seketika. Pemandangan perbukitan yang sebelumnya terlihat dari jendela berganti dengan lorong gelap sebelum kereta kembali keluar menuju lanskap pedesaan.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Saleh Singgung soal Siapa Pemilik Uang dan Emas di Rumah Febrie Adriansyah
• 10 jam lalu
0
thumb
[FULL] Analis Sepak Bola Bahas Pertandingan Timnas Indonesia Lawan Kamboja di Piala AFF 2026
• 22 jam lalu
0
thumb
KDM, Kontroversi Begal, dan Rentenir
• 14 jam lalu
0
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 14 jam lalu
0
thumb
MPR Nilai Ekonomi Kreatif Menjadi Peluang Indonesia Hadapi Ketidakpastian Global
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.