Progres Proyek Galian Saluran Air di Joglo Jakbar Capai 60 Persen

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Progres revitalisasi penataan saluran air bawah tanah yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air di Jalan Raya Joglo hingga Jalan Raya Muchtar, Kembangan, Jakarta Barat, sudah mencapai 60 persen.

"Kalau persentasenya itu hampir 60 persen itu, sisa 40 persen," kata Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Barat, Mustajab kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (29/7/2026).

Salah satu kendala yang membuat pengerjaan terhambat karena harus dilakukan malam hari.

Baca juga: Penjualan Turun Selama Proyek Galian di Joglo Jakbar, Pedagang Berharap Ada Perhatian Pemerintah

"Kami hanya diizinkan kerja malam itu loh. Itu yang agak sedikit repot ini," ujar dia.

Meski demikian, Sudin SDA Jakbar tengah mengebut pengerjaan proyek galian yang dikeluhkan bikin macet itu.

Percepatan proyek galian yang dimaksud antara lain mengeksekusi galian yang telah terpasang U-Ditch agar segera ditutup.

"Nanti yang warga-warga itu kita kasih jembatan kayu paling, untuk pembeli. Sama warga juga jangan parkir di jalanan. Nanti malah bikin macet, gitu," kata dia.

Selain itu, pekerja proyek akan ditambah agar pengerjaan lebih cepat.

Proyek galian itu akan dikebut hingga diperkirakan akan rampung lebih awal dari target sebelumnya, yakni 5 Oktober 2026.

"Ya kemungkinan bisa lebih cepat lah," kata Mustajab.

Baca juga: Proyek Saluran Air di Joglo Jakbar Akan Dipercepat Usai Dikeluhkan Pedagang

Dikeluhkan pedagang

Salah satu pemilik warung sembako, Ninok (30) mengatakan, dampak dari galian proyek, pengendara roda dua kini jarang yang mampir ke warungnya.

"Sangat, sangat menurun (penjualan). Orang yang jalan naik motor itu kan jadi enggak bisa ke sini," kata Ninok kepada Kompas.com saat ditemui, Rabu (29/7/2026).

Biasanya, warung sembakonya kerap dikunjungi untuk sekedar beli minuman dan makanan ringan.

Namun, kini, ibu rumah tangga itu mengaku mulai kehilangan konsumen sejak ada proyek galian.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Jadi sekarang yang beli konsumennya paling orang-orang belakang, warga yang di belakang," kata dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Net Sell Asing Rp 80 Triliun Ytd, Kapan Capital Outflow di RI Bakal Mereda?
• 19 jam lalu
0
thumb
Persoalan Koperasi Merah Putih: Mulai Gaji Manajer Sampai Cicilan Utang
• 8 jam lalu
0
thumb
Bursa Transfer Super League: Franco Ramos Bertahan di PSIM, Nasib Nermin Haljeta Masih Dievaluasi
• 18 jam lalu
0
thumb
IHSG Dibuka Menguat 0,24 Persen ke Level 6.145
• 7 jam lalu
0
thumb
Polisi Ungkap Narkoba Berkedok Paket Sparepart di Bogor Dipasok dari Pramuka Jakarta
• 36 menit lalu
0
Berhasil disimpan.