KSP Dudung Benahi Tata Kelola Ekspor, Sentil Kewenangan Aparat

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Langkah tegas diambil Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman dalam membenahi tata kelola ekspor mineral strategis dan logam tanah jarang (LTJ). Hal ini akibat maraknya keluhan dari para pengusaha terkait tersanderanya komoditas ekspor mereka.

Oleh karenanya Dudung memanggil lintas kementerian, lembaga, hingga aparat penegak hukum dalam rapat koordinasi khusus di Gedung Bina Graha, Komplek Istana, Selasa (28/7).

BACA JUGA: KSP Dudung Takziah ke Rumah Duka Peserta SPPI di Sumedang

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) itu menyentil keras tindakan oknum aparat penegak hukum (APH) maupun unsur TNI yang dinilai kaku dan memperkeruh iklim investasi dengan menghambat arus ekspor nasional.

Dudung menyebut persoalan tata kelola ekspor ini harus segera diselesaikan agar tidak terus menekan dunia usaha dan mengganggu kelancaran ekspor nasional.

BACA JUGA: KSP Dudung Pastikan Latsarmil Kopdes Tetap Jalan dengan Sejumlah Evaluasi

"Jangan ada APH, termasuk aparat TNI, yang menghambat ekspor kalau memang tidak ada aturan yang dilanggar. Jangan mengada-ada," tegas Dudung dalam keterangannya.

Guna mengurai benang kusut tersebut, KSP berhasil menggalang kesepakatan lintas sektor sebagai pedoman resmi pelaku usaha.

BACA JUGA: Hadirkan Investasi yang Lebih Terintegrasi, Trimegah Perbarui Aplikasi Trima+

Pertemuan yang dihadiri jajaran Kementerian ESDM, Kemendag, Kemenperin, Kemenkeu, Bareskrim Polri yang diwakili Direktur Tindak Pidana Tertentu Brigjen Mohammad Irhamnu dan Kejaksaan Agung, para eksportir hingga badan usaha ini menyepakati aturan yang lebih fleksibel dan transparan terkait ambang batas kandungan LTJ.

Langkah cepat ini dilakukan demi mengamankan program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

"Ekspor yang mengandung LTJ sebagai logam ikutan menjadi masalah seperti kasus di Pangkalpinang,” ujar dia.

Menurut Dudung, kekosongan regulasi semestinya tidak dijadikan dasar untuk menyeret kegiatan ekspor ke ranah hukum.

Dia menegaskan aparat, termasuk aparat TNI, tidak boleh bertindak di luar aturan yang berlaku. “Jangan mengada-ada soal aturan," katanya.

Dudung mengeklaim dalam rapat itu para pemangku kepentingan telah menyepakati pedoman bersama mengenai batasan maksimal kandungan LTJ sebagai logam ikutan.

Dia menyebut kesepahaman tersebut penting agar pelaku usaha memiliki kepastian hukum dan tidak lagi dihantui keraguan saat melakukan ekspor.

“Tadi sudah kami komunikasikan, dan alhamdulillah para dirjen, pelaku usaha, Bareskrim, dan Kejaksaan sangat fleksibel,” katanya.

Dudung menilai tumpang tindih aturan selama ini membuat banyak kapal tujuan ekspor tertahan karena pelaku usaha takut mengambil langkah.

Situasi itu, kata dia, tidak boleh terus dibiarkan karena bisa mengganggu iklim investasi dan aktivitas perdagangan nasional.

“Nah, yang seperti ini mestinya jangan sampai terjadi,” ujarnya.

Dudung memastikan persoalan tata kelola ekspor mineral strategis dan LTJ akan diselesaikan tuntas karena merupakan bagian dari program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Ia juga meminta agar ke depan dunia usaha tidak lagi diliputi keraguan selama mereka tetap mematuhi aturan yang berlaku.

“Ke depan tidak boleh ada keragu-raguan bagi kalangan pengusaha untuk menjalankan ekspor. Tapi aturan tetap harus dipenuhi supaya tidak terjadi penyimpangan yang merugikan negara,” kata Dudung. (cuy/jpnn)

 

Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KDM, Kontroversi Begal, dan Rentenir
• 13 jam lalu
0
thumb
MU Siap Jual Joshua Zirkzee ke Juventus, Kalvin Phillips Dibuang Manchester City ke Klub Championship
• 9 jam lalu
0
thumb
Bukan Hanya Ikigai, Ini Filosofi Jepang yang Populer di Seluruh Dunia
• 6 jam lalu
0
thumb
Prabowo Ingatkan Lulusan IPDN Mengabdi ke Masyarakat, Harus Hadir Saat Rakyat Susah
• 8 jam lalu
0
thumb
Pramono Desak Menkeu Purbaya Segera Kaji Obligasi DKI Rp3,5 Triliun
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.