Di tengah berlanjutnya perang Rusia-Ukraina, drone Rusia baru-baru ini berulang kali melanggar wilayah udara Rumania. Pada Senin (27 Juli), Rumania memerintahkan pengusiran seorang staf Kedutaan Besar Rusia di Rumania. Rusia pun mengancam akan “pasti memberikan tanggapan”
EtIndonesia.com Rumania adalah negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang berbatasan dengan Ukraina. Akhir pekan lalu, Rumania menembak jatuh tiga drone dalam tiga hari berturut-turut. Pada 27 Juli, Kementerian Pertahanan kembali mengumumkan bahwa ada drone yang kembali menerobos wilayah udara.
AFP melaporkan, pemerintah Rumania pada 27 Juli memanggil Duta Besar Rusia Vladimir Lipayev dan memberitahukan kepadanya bahwa “pemerintah telah memutuskan untuk menetapkan seorang anggota misi diplomatik Rusia di Bukarest sebagai persona non grata, serta meminta agar ia meninggalkan negara tersebut dalam waktu lima hari.”
Pihak berwenang juga memperlihatkan kepada Lipayev puing-puing drone yang menerobos perbatasan pada tanggal 24, yang ditembak jatuh oleh pesawat tempur F-16.
Pihak berwenang Rumania menyatakan, hasil penyelidikan memastikan bahwa drone tersebut adalah drone “Shahed” buatan Rusia.
Adapun dua drone yang kembali ditembak jatuh oleh pihak Rumania pada tanggal 25 dan 26, saat ini masih dalam penyelidikan. Seorang juru bicara militer senior NATO pada tanggal 26 menyatakan bahwa salah satunya diduga “juga buatan Rusia”.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan: “Insiden pengusiran diplomat Rusia yang tidak berdasar ini pasti akan mendapat tanggapan dari pihak Rusia.”
Sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada tahun 2022, Rumania telah beberapa kali mengalami insiden intrusi dan kecelakaan drone.
Di antaranya, insiden terparah terjadi pada bulan Mei tahun ini, ketika sebuah drone menabrak sebuah gedung apartemen di kota Galati yang terletak dekat perbatasan Ukraina, sehingga menyebabkan dua orang terluka.
Sumber : NTDTV.com






Komentar (0)