HARIAN.FAJAR.CO.ID, KUMAMOTO—Gempa yang melanda prefektur Kumamoto di pulau Kyushu bagian barat daya Jepang sejauh ini sudah menyebabkan 13 kematian.
Jumlah korban jiwa diumumkan Perdana Menteri Sanae Takaichi pada Rabu pagi. Jumlah tersebut termasuk kematian yang hubungannya dengan gempa bumi dan berbagai gempa susulan masih diselidiki.
Jumlah total orang yang hilang dan terluka belum jelas. “Orang-orang masih menunggu bantuan, dan setiap detik sangat berharga,” kata Takaichi dikutip dari CNN.
Akibat gempa ini, Mal Aeon di Kumamoto sebagian runtuh, menewaskan sejumlah orang, menurut afiliasi CNN, TV Asahi – meskipun tidak mengkonfirmasi jumlah kematian atau siapa korbannya.
Lembaga penyiaran publik NHK mengatakan 20 hingga 30 karyawan di mal tersebut tidak dapat dihubungi setelah runtuhnya bangunan.
Secara terpisah, sembilan orang masih hilang di pabrik kertas Nippon di Kota Yatsushiro setelah mengalami kerusakan signifikan akibat gempa, lapor NHK. Sebuah jembatan jalan raya juga ambruk.
Gempa yang melanda prefektur Kumamoto terjadi pada pukul 16.27 waktu setempat pada hari Selasa, dengan kedalaman 10 kilometer.
Menurut Survei Geologi AS, gempa tersebut diikuti oleh enam gempa susulan di daerah tersebut. Tidak ada peringatan atau ancaman tsunami yang dikeluarkan akibat gempa susulan. (amr)






Komentar (0)