BNPB Salurkan Ratusan Ribu Liter Air ke Wilayah yang Kekeringan

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berupaya mengatasi kekeringan akibat musim kemarau. Ratusan ribu liter air didistribusikan ke wilayah terdampak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, kejadian terbaru adalah kekeringan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kekeringan berdampak kepada 175 kepala keluarga atau 520 jiwa di Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar. 

"BPBD setempat telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 4.000 liter atau dua ritase guna memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak," kata Abdul melalui keterangan tertulis, Rabu, 29 Juli 2026.

Selain kejadian baru, BNPB terus memantau perkembangan bencana kekeringan di berbagai daerah. Seperti kekeringan di Kabupaten Bogor yang terdampak pada 21.504 kepala keluarga atau 69.889 jiwa. 

Baca Juga :

Strategi Pemerintah Hadapi Cuaca Ekstrem Kemarau dan El Nino
BPBD Kabupaten Bogor kembali menambah distribusi air bersih sebanyak 30 ribu liter atau enam ritase. Air disalurkan kepada warga Kampung Cipambuan RT 02/RW 04, Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang.

Di Provinsi Jawa Tengah, kekeringan di Kabupaten Banjarnegara yang terjadi sejak Minggu, 22 Juni 2026, telah berdampak pada 3.805 kepala keluarga atau 11.920 jiwa. Hingga Selasa, 28 Juli 2026, BPBD mendistribusikan 120.000 liter air bersih menggunakan 20 mobil tangki dan 16 trip kendaraan bak terbuka.

Kekeringan masih berlangsung di Kabupaten Grobogan sejak Kamis, 1 Mei 2026. Bencana tersebut berdampak pada 1.434 kepala keluarga. BPBD Kabupaten Grobogan menyalurkan 30 ribu liter air bersih menggunakan dua unit mobil tangki. 

"Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, debit sumber air yang dimanfaatkan masyarakat terus mengalami penurunan sehingga distribusi bantuan air bersih masih terus dilakukan," ungkap Abdul.

Di Kabupaten Demak, kekeringan yang terjadi sejak Minggu, 1 Juni 2026, berdampak pada 850 kepala keluarga atau 2.490 jiwa. Distribusi bantuan air bersih sebanyak 25 ribu liter dilakukan kepada masyarakat di Desa Undaan Kidul, Kecamatan Karanganyar.

Ilustrasi distribusi air bersih. Foto: MI.

Sementara itu, kekeringan di Kabupaten Banyumas yang terjadi sejak awal Juli 2026 berdampak pada 5.512 kepala keluarga atau 17.692 jiwa. Distribusi bantuan air bersih masih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Di Kabupaten Pemalang, kekeringan yang terjadi sejak Minggu, 1 Juni 2026, berdampak pada 6.109 kepala keluarga. Bantuan air bersih telah menjangkau 1.095 kepala keluarga melalui BPBD, 420 kepala keluarga melalui PMI, 487 kepala keluarga melalui Baznas, serta 40 kepala keluarga melalui Sabawana.

Sedangkan, di Kabupaten Pekalongan, kekeringan yang terjadi sejak Juli 2026 berdampak pada 259 kepala keluarga atau 458 jiwa. BPBD Kabupaten Pekalongan telah mendistribusikan air 100.000 liter atau 25 tangki.

Selain distribusi air, BNPB bersama pemerintah daerah terus memperkuat upaya mitigasi melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah prioritas, pembangunan sumur bor, pipanisasi, serta dukungan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak.

"Hal itu dilakukan guna menjaga ketersediaan air bersih dan mendukung kebutuhan pertanian," ujar Abdul.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ukraina dan Amerika Serikat Sepakat Percepat Negosiasi untuk Mengakhiri Perang
• 1 jam lalu
0
thumb
126 Ribu Pekerja Kena PHK, Apindo Dorong Pemerintah Reformasi UU Ketenagakerjaan
• 18 jam lalu
0
thumb
Setelah Dua Hari Mencekam Usai Bentrokan Maut Menteng
• 15 jam lalu
0
thumb
Kasus Korupsi Jual Beli Gas, Komut PT Inti Alasindo Energi Dituntut 7,5 Tahun Penjara
• 14 jam lalu
0
thumb
Diungkap Purnawirawan Mayjen, Kekuatan Asing hingga Polisi Jadi Bekingnya Jokowi di Kasus Ijazah
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.