Rupiah Hari Ini Masih Bertahan di Level Rp 18 ribu per Dolar AS

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Nilai tukar rupiah pagi ini melemah terhadap dolar AS, Rabu (29/7). Pelemahan nilai tukar rupiah ini menjadi Rp 18.084 per dolar AS, atau melemah 0,01 persen (1 poin).

Mengutip data Bloomberg, rupiah bertahan di kisaran Rp 18.000 sejak penutupan kemarin hingga pembukaan pagi ini. Pada penutupan kemarin rupiah berada di level Rp 18.083 per dolar AS. Sementara pada pembukaan rupiah berada di level Rp 18.97.

Sebelumnya, Bank Indonesia(BI) menegaskan bakal terus memperkuat bauran kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.

Direktur Eksekutif Senior sekaligus Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan stabilitas menjadi prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Bank Indonesia terus berkomitmen menjaga stabilitas sebagai prasyarat utama mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Di tengah ketidakpastian global yang tinggi, stabilisasi nilai tukar Rupiah terus diperkuat sehingga konsisten mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi," ujar Erwin dalam keterangan resmi, Rabu (29/7).

Menurutnya, BI akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter melalui berbagai instrumen, termasuk intervensi di pasar valuta asing dan penguatan instrumen moneter.

"Berbagai instrumen, termasuk triple intervention di pasar valas (Spot, NDF dan DNDF) serta optimalisasi instrumen moneter seperti SRBI yang didukung fasilitas insentif swap dan DNDF hedging, terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung masuknya aliran modal asing," katanya.

BI juga memastikan strategi pengelolaan likuiditas pasar uang dan perbankan akan terus diperkuat. Salah satunya melalui pengelolaan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) agar tetap sejalan dengan kebutuhan likuiditas dan menarik aliran modal asing.

"Strategi dalam menjaga kecukupan likuiditas pasar uang dan perbankan diperkuat. Posisi SRBI berada dalam tren yang lebih terkendali. Ke depan, penerbitan SRBI terus diarahkan agar selaras dengan kebutuhan pengelolaan likuiditas dan mendukung masuknya aliran modal asing guna memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah," ujar Erwin.

Di sisi lain, BI juga akan terus memperkuat kebijakan untuk mendorong pembiayaan ke sektor produktif melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).

"Implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) akan terus diperkuat guna mendorong pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas, termasuk penguatan mekanisme redistribusi likuiditas di sektor keuangan agar transmisi pembiayaan menjadi semakin efektif," tutur Erwin.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Buy 5 Get 1 Free, Modus Peredaran Gas Whip Pink via WhatsApp
• 15 jam lalu
0
thumb
Waspadai Kasus Ijazah Jokowi Berlanjut, Dokter Tifa Ancam Seret Elite Kampus hingga Rektor UGM
• 13 jam lalu
0
thumb
Bareskrim Ungkap Peredaran Semu Whip-Pink Dikamuflase Bisnis Kuliner
• 19 jam lalu
0
thumb
Jaksa Kantongi 4 Alat Bukti Jerat Lodewyk Pusung di Korupsi Tata Kelola MBG
• 23 jam lalu
0
thumb
Zinedine Zidane Resmi Ditunjuk Menjadi Pelatih Timnas Prancis hingga 2030
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.