Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. Mirisnya, sebelum ditangkap Anom Widiyantoro sempat menyambangi KPK untuk membahas pencegahan korupsi.
Anom Widiyantoro dan jajaran Pemerintah Kabupaten Pemalang melakukan rapat koordinasi pencegahan korupsi dengan KPK di Gedung Merah Putih pada 16 Juni 2025.
Advertisement
Saat itu, KPK menyoroti tiga titik rawan korupsi di Pemkab Pemalang, seperti penganggaran, pengadaan barang dan jasa, serta pengelolaan sumber daya manusia.
Usai rapat koordinasi, Anom Widiyantoro menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan demi kesejahteraan masyarakat. Dia juga mengatakan pihaknya belajar dari peristiwa OTT terhadap Bupati Pemalang periode 2021-2025 Mukti Agung Wibowo.
“Kejadian terdahulu membuat kami bersama-sama untuk serius melakukan perbaikan sehingga dorongan KPK dapat membuat kami lebih percaya diri agar dapat senapas dan seirama,” kata dia pada pertemuan 16 Juni 2025 tersebut.
Hingga saat ini, belum diketahui kasus apa yang membelit Anom Widiyantoro sehingga ditangkap KPK.





Komentar (0)