Jaga Stabilitas Rupiah, BI Optimalkan Kebijakan Moneter dan Likuiditas di Sektor Keuangan

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

BI berkomitmen terus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah sebagai prasyarat utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Optimalkan Kebijakan Moneter dan Likuiditas di Sektor Keuangan

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) berkomitmen terus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah sebagai prasyarat utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan di tengah tingginya ketidakpastian global.

Direktur Eksekutif Senior sekaligus Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, langkah stabilisasi rupiah terus dipertajam agar tetap sejalan dengan pencapaian target inflasi serta mendukung aktivitas ekonomi domestik.

Baca Juga:
Ekonom Soroti Efek Domino Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI

“Bank Indonesia terus berkomitmen menjaga stabilitas sebagai prasyarat utama mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Di tengah ketidakpastian global yang tinggi, stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat sehingga konsisten mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi,” kata Erwin dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).

Dalam menjaga stabilitas nilai tukar, lanjut Erwin, BI tidak hanya bertumpu pada instrumen suku bunga kebijakan, melainkan mengoptimalkan bauran berbagai instrumen moneter pendukung lainnya.

Baca Juga:
Pasar Cermati Pergantian Gubernur BI, Pengusaha Harap Beri Sinyal Positif

“Optimalisasi bauran kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah ditingkatkan. Tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan, instrumen moneter lain juga dipertajam,” kata dia.

Erwin mengatakan berbagai instrumen, termasuk triple intervention di pasar valas (Spot, NDF dan DNDF) serta optimalisasi instrumen moneter seperti SRBI yang didukung fasilitas insentif swap dan DNDF hedging, terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung masuknya aliran modal asing.

Baca Juga:
Perry Warjiyo Mundur, Pjs Gubernur BI Pastikan Stabilitas Rupiah Tetap Jadi Kunci Kebijakan

Erwin menambahkan bahwa strategi untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan terus diperkuat. Penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang saat ini berada dalam tren terkendali akan tetap diarahkan untuk menyelaraskan pengelolaan likuiditas dengan penarikan arus modal asing.

“Strategi dalam menjaga kecukupan likuiditas pasar uang dan perbankan diperkuat. Posisi SRBI berada dalam tren yang lebih terkendali. Ke depan, penerbitan SRBI terus diarahkan agar selaras dengan kebutuhan pengelolaan likuiditas dan mendukung masuknya aliran modal asing guna memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah,” kata Erwin.

Selain aspek moneter, bank sentral juga mengandalkan kebijakan makroprudensial dan digitalisasi sistem pembayaran guna mengakselerasi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi.

“Implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) akan terus diperkuat guna mendorong pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas, termasuk penguatan mekanisme redistribusi likuiditas di sektor keuangan agar transmisi pembiayaan menjadi semakin efektif. Selain itu, kebijakan digitalisasi sistem pembayaran juga terus diakselerasi sehingga makin mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata dia. (Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Satpam Otak Pencurian 1.700 Ompreng MBG di Tangsel Positif Narkoba
• 2 jam lalu
0
thumb
Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen, Brent di Bawah USD 84
• 8 jam lalu
0
thumb
Reaksi Media Vietnam setelah Lihat Mitchell Baker Striker Anyar Timnas Indonesia yang Jangkung dan Cetak Hat-trick di Laga Perdana Piala AFF 2026
• 20 jam lalu
0
thumb
Kala Ekstremisme Mengancam Anak-anak di ”Padang Kurusetra” Digital
• 8 jam lalu
0
thumb
PWPM Dorong Pemko Medan Lindungi 16.000 Pemulung Lewat BPJS Ketenagakerjaan
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.