JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menyebut ada 414 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menerima transfer anggaran namun SPPG itu belum beroperasi.
"BGN juga menemukan 414 SPPG yang belum beroperasi, tetapi telah menerima pencairan anggaran atau memiliki rekening virtual ganda sehingga ratusan miliar berhasil dikembalikan ke kas negara," kata Qodari dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, dilansir ANTARA, Selasa (29/7/2026).
Baca juga: Rekam Jejak Nanik S Deyang Saat Jadi Kepala BGN, Evaluasi 28.000 Dapur dan Temukan 414 SPPG Bermasalah
Kerugian negara berhasil diselamatkan lantaran Badan Gizi Nasional (BGN) berhasil mengidentifikasi 414 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.
Qodari mengatakan temuan tersebut merupakan bagian dari pembenahan tata kelola program MBG yang dilakukan selama kepemimpinan Nanik Sudaryati Deyang, Kepala BGN sebelum Sudaryono.
Reformasi BGNQodari menjelaskan saat ini BGN sedang menjalankan reformasi lewat 11 langkah untuk memperkuat tata kelola MBG.
Pembenahan itu diawali dengan evaluasi terhadap hampir 28.000 SPPG di seluruh Indonesia.
BGN juga mengklasifikasikan sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar kualitas dan keamanan pangan serta menata ekspansi pembangunan dapur dengan memprioritaskan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Baca juga: Reformasi BGN di SPPG: Hapus Insentif Rp 6 Juta hingga Larang Pegawai Jadi Owner
Selain itu, BGN membentuk 11 tim reformasi yang bertugas memperkuat tata kelola pelaksanaan MBG.
Reformasi tersebut juga difokuskan untuk mengarahkan program kepada kelompok yang paling membutuhkan serta memperkuat organisasi melalui pelibatan tenaga profesional dari sejumlah kementerian dan lembaga.
"Di bawah kepemimpinan beliau (Nanik S Deyang), BGN berhasil mempercepat pembenahan tata kelola program MBG melalui 11 langkah reformasi," ujar Qodari.
Qodari mengatakan estafet pembenahan tata kelola tersebut kini dilanjutkan oleh Sudaryono setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan mandat kepada mantan Wakil Menteri Pertanian itu sebagai Kepala BGN yang baru.
Menurut dia, pergantian kepemimpinan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk terus menyempurnakan pelaksanaan program MBG agar BGN semakin lincah, dapat diandalkan, dan cepat merespons berbagai persoalan di lapangan.
"Saya juga ingin menegaskan satu hal. Pergantian pimpinan di BGN sama sekali tidak menggeser apalagi menyurutkan komitmen utama pemerintah. Program MBG tetap dan akan terus menjadi investasi terbaik kita untuk menjemput cita-cita besar Indonesia Emas 2045," kata Qodari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)