Antisipasi Kekeringan Imbas Cuaca Ekstrem, AHY: Kita Harus Pastikan Air Cukup

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas mengenai antisipasi cuaca ekstrem, khususnya El Nino.

AHY menyebut, pemerintah akan memastikan air cukup selama masa kekeringan.

Baca juga: Prabowo Panggil Bahlil, Bahas 11.000 Desa yang Belum Dialiri Listrik dan Pabrik Baterai Mobil

"Tentang mengantisipasi cuaca ekstrem, khususnya El Nino yang berhimpitan dengan masa kemarau. Jadi, tentu kita harus mengantisipasi paling tidak dua isu utama. Yang pertama adalah kekurangan air, kekeringan, ketika terjadi El Nino apalagi dengan status yang kuat misalnya, maka kita harus memastikan air kita cukup," kata AHY, di Istana, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

AHY mengatakan, sumber daya air harus dikelola dengan efisien untuk memastikan supply air bersih untuk rumah tangga.

Selain itu, kata dia, termasuk air irigasi untuk mengairi sawah-sawah, dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Baca juga: Kemenkes Respons Kematian Dokter Magang, Hasil Investigasi Selesai 3-4 Hari

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Kemudian, tentunya selain itu kita harus mengantisipasi jika memang sangat diperlukan, tentu kita berkoordinasi dengan BMKG misalnya untuk melakukan operasi modifikasi cuaca untuk memastikan waduk-waduk kita debit airnya tetap dalam kondisi yang aman, termasuk danau," ujar dia.

"Nah, yang kedua tentu juga ada ancaman Karhutla, kebakaran hutan dan lahan. Ini juga sesuatu yang serius harus kita antisipasi, jangan sampai titik-titik api tidak bisa kita kontrol dengan baik. Tanah lahan gambut itu juga harus tetap dalam kondisi yang basah. Ini untuk memitigasi potensi kebakaran hutan," imbuh AHY.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca 28 Juli-4 Agustus 2026, Sejumlah Wilayah Hujan Lebat
• 5 jam lalu
0
thumb
BBNI Siapkan Rencana Buyback Saham Maksimal Rp627 Miliar
• 11 jam lalu
0
thumb
Jonathan Frizzy Beri Kode Segera Nikahi Ririn Dwi Ariyanti
• 8 jam lalu
0
thumb
Hutan Kampung Adat Kuta, Lestari dengan "Pamali"
• 6 jam lalu
0
thumb
Bradley Barcola Setuju Pindah ke Liverpool, PSG Minta Biaya Selangit untuk Cegah
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.