jpnn.com, JAKARTA - drg. Ambar Puspitasari mengajak puluhan murid penyandang disabilitas belajar menjaga kesehatan gigi dan mulut melalui pengalaman langsung selama menggunakan transportasi publik.
Edukasi kesehatan gigi dilakukan kepada 50 murid penyandang disabilitas beserta pendamping saat dalam perjalanan dengan dari Stasiun Halim menuju Stasiun Jatimulya.
BACA JUGA: LRT Jabodebek Ubah Stasiun jadi Ruang Publik, Music on Track Hadirkan Pengalaman Baru
Kegiatan ini digelar menyambut Hari Anak Nasional 2026 dengan tema Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.
Selama perjalanan, anak-anak diajak mengenal pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut melalui penyampaian materi cara menyikat gigi yang benar secara interaktif sehingga suasana belajar terasa lebih menyenangkan.
BACA JUGA: Semester I 2026, SIG Catatkan Penjualan Capai 18 Juta Ton
Anak-anak diberikan pula kesempatan untuk memperagakan cara menyikat gigi yang benar menggunakan phantom gigi.
Dalam kegiatan ini drg Ambar dibantu oleh drg Dini Larasati yang merupakan dokter gigi fungsional LRT Jabodebek.
BACA JUGA: Perkuat Ketahanan Ekosistem Pesisir, ASDP Tanam 2.500 Mangrove di Pagimana
Menurut drg. Ambar, yang merupakan staf pengajar ilmu kedokteran Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya Malang, kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut perlu ditanamkan sejak usia dini, termasuk kepada anak-anak penyandang disabilitas, dengan metode pembelajaran yang mudah dipahami dan menyenangkan.
“Anak-anak akan lebih mudah memahami materi ketika belajar melalui pengalaman yang menyenangkan. Edukasi Kesehatan gigi dan mulut tidak selalu harus dilakukan di ruang kelas. Perjalanan menggunakan transportasi publik juga dapat menjadi media belajar yang interaktif sehingga pesan mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut lebih mudah diterima,” ujar drg. Ambar.
Selain itu, peserta diajak menerapkan langkah sederhana untuk menjaga kesehatan gigi, di antaranya menyikat gigi dua kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur, mengonsumsi makanan bergizi, mengurangi makanan manis dan lengket, serta memeriksakan kesehatan gigi secara rutin setiap enam bulan sekali.
Setelah perjalanan menggunakan transportasi publik yakni LRT Jabodebek selesai, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan edukasi kesehatan gigi dan mulut melalui sesi daring bersama beberapa staf pengajar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya Malang.
Melalui Zoom Meeting, para dokter gigi tersebut berbagi pengetahuan mengenai kesehatan gigi anak.
Melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dan transportasi publik sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan, peringatan Hari Anak Nasional 2026 dapat menjadi pengalaman perjalanan dan pengetahuan yang dapat diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.(chi/jpnn)
Redaktur & Reporter : Yessy Artada




Komentar (0)