Wamen Ekraf Menilai Potensi Ekonomi Kreatif Tasikmalaya Mampu Mendorong Kemajuan Ekonomi Daerah

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan potensi produk ekonomi kreatif Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, dapat menjadi pendorong kemajuan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peran aktif pemerintah daerah sebagai katalisator.

Irene mengatakan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mengembangkan ekonomi kreatif sebagai penopang baru pertumbuhan ekonomi nasional dari tingkat lokal.

“Pemerintah daerah merupakan kunci utama dalam menggerakkan ekonomi kreatif agar menjadi penopang baru kemajuan ekonomi nasional dari tingkat lokal. Sebab itu, setiap daerah wajib mengeksplorasi serta menonjolkan potensi khasnya supaya mampu membangun identitas ekonomi kreatif yang solid," ungkap Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan Kota Tasikmalaya memiliki delapan industri kreatif unggulan, yakni bordir dan konveksi, kelom geulis, payung geulis, batik, kerajinan mendong, anyaman bambu, kayu olahan, serta makanan dan minuman.

Menurut Irene, potensi tersebut diperkuat oleh dominasi subsektor kuliner dan kriya serta kunjungan wisatawan yang mencapai 667.484 orang sepanjang 2025.

Ia menambahkan penguatan kelembagaan ekonomi kreatif diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program strategis seperti Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Ekraf Hub, dan Creative by Indonesia.

Kementerian Ekonomi Kreatif juga mendukung rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Kota Tasikmalaya yang akan digelar sepanjang Oktober 2026 melalui berbagai kegiatan kreatif.

Agenda yang disiapkan meliputi pemeriksaan kesehatan gratis dengan memanfaatkan Intellectual Property (IP) lokal, penyelenggaraan ultramarathon dan fun run, optimalisasi Gedung Creative Center (GCC), serta berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif.

"Event di Tasikmalaya nanti harus dikemas secara holistik dengan mengangkat kearifan lokal seperti bordir, payung geulis, dan makanan khasnya, salah satunya nasi tutug oncom, serta diintegrasikan dengan standar keberlanjutan lingkungan, kesehatan, dan pelindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI),” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus diperkuat untuk menjadikan Tasikmalaya sebagai simpul utama ekonomi kreatif di Priangan Timur dan Jawa Barat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Megawati Beberkan Filosofi Monumen Kudatuli: Kesabaran Revolusioner Lahir dari Keberanian!
• 23 jam lalu
0
thumb
Tim 9 Panggil 9 Saksi Kasus TPPU Febrie Adriansyah: 3 Orang Hadir, 6 Mangkir
• 23 jam lalu
0
thumb
BAZNAS Minta Wacana Zakat Jadi Pengurang Pajak Dikaji Matang
• 3 jam lalu
0
thumb
Tekanan Ekonomi yang Picu Bentrokan Sosial di Surabaya
• 1 jam lalu
0
thumb
Pramono Minta Bentrok di Matraman Tak Dikaitkan dengan Etnisitas
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.