Abigail Limuria: Politik Ramai Dibicarakan Publik Jadi Tanda Ada Kebijakan yang Bermasalah

suarasurabaya.net
7 jam lalu
Cover Berita

Abigail Limuria Co-Founder What’s Up Indonesia (WIUI) menilai tingginya intensitas pembicaraan mengenai politik di ruang publik saat ini menjadi sinyal adanya persoalan dalam kebijakan pemerintahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hal itu disampaikannya dalam forum perdana Millennium Public Pulse 28 yang difasilitasi DPP PDI Perjuangan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026).

Menurut Abigail, tantangan anak muda terhadap politik telah berubah. Jika beberapa tahun lalu fokusnya adalah meningkatkan kesadaran politik, kini generasi muda justru telah memahami bahwa setiap kebijakan pemerintah memiliki dampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari, mulai dari harga kebutuhan pokok, pendidikan, lapangan pekerjaan, hingga keamanan di ruang digital.

Namun, meningkatnya kesadaran politik tersebut belum diikuti dengan tumbuhnya optimisme. Sebaliknya, banyak anak muda mengalami krisis harapan karena merasa aspirasi mereka tidak mendapatkan ruang dalam sistem politik formal.

“Orang muda sekarang sudah tahu bahwa politik itu ada di mana-mana, tapi mereka enggak tahu saya sebagai warga sipil harus apa. Saking banyaknya keresahan, sampai banyak yang sudah seperti paralyze (lumpuh). Menurut aku kalau ditanya pulse-nya orang muda Indonesia sekarang, itu lagi krisis harapan sih,” kata Abigail.

Ia mengibaratkan pemerintahan seperti sistem transaksi perbankan. Ketika seluruh layanan berjalan normal, masyarakat cenderung tidak membicarakannya.

Sebaliknya, ketika terjadi gangguan atau kesalahan, keluhan akan bermunculan dan menjadi perhatian publik.

“Ketika pemerintah itu oke, dia menghilang dari pembicaraan publik. Dan sekarang yang kita lihat, pembicaraan politik dibicarakan terus-menerus di semua kalangan. Jadi menurut aku itu indikasi yang sangat-sangat jelas,” ujarnya.

Abigail menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bersama untuk mengembalikan kepercayaan publik, khususnya generasi muda, agar tidak hanya kritis terhadap kebijakan, tetapi juga memiliki harapan bahwa aspirasi mereka dapat menghasilkan perubahan melalui jalur politik. (faz/ipg)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemenhut Tetapkan Tersangka Pengangkutan 598 Batang Kayu Ilegal, Modusnya Palsukan Dokumen
• 6 jam lalu
0
thumb
Kronologi Wanita Melahirkan di Toilet Pasar Minggu, Bayi Dimasukkan ke Dalam Tas Ransel untuk Tutupi Persalinan
• 5 jam lalu
0
thumb
Kronologi Prajurit TNI Tewas Gegara Rebutan Antrean Sate Taichan di Tangerang, Korban Dikeroyok dan Ditusuk 10 Kali
• 8 jam lalu
0
thumb
Kisah Yuni, Dulu Penerima Bantuan Kini Masak 100 Porsi Makanan Gratis Setiap Hari di Bekasi
• 8 jam lalu
0
thumb
BRIN Buka Pendanaan Riset RIIM Kompetisi 2026 Batch 2, Cek Syarat dan Pendaftarannya
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.