JAKARTA, KOMPAS.com – Mantan Kepala Seksi Intelijen Cukai Kantor Pusat Bea Cukai, Budiman Bayu Prasojo, mengaku menerima amplop berisi uang dollar Singapura yang disebut berasal dari Blueray Cargo Group sebanyak empat kali.
Pengakuan itu disampaikan saat menjadi saksi dalam sidang dugaan suap dan gratifikasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2026).
Budiman menjelaskan, amplop tersebut diberikan oleh Orlando Hamonangan yang saat itu menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan.
"Jadi kalau terkait kenapanya saya tidak tahu cuma saat itu Orlando menyampaikan kepada saya, menyampaikan itu amplop, terus saya tanya ini apa? Terus dari Blueray. Setelah itu ya sudah saya terima saya laporkan pimpinan Pak Sisprian waktu itu," kata Budiman.
Baca juga: Pejabat Bea Cukai Ungkap Asal Mula Istilah Dana Operasional di Sidang Suap
Budiman mengatakan, setelah menerima amplop tersebut, ia melapor kepada atasannya, Sisprian, untuk menanyakan tujuan pemberian uang itu.
"Dan saya dapat ini, ini dapat dari Blueray ini buat apa? Jawaban saat itu yang saya ingat Pak Sisprian menyampaikan, 'Ini buat operasional Pak Bayu,' itu saja," ujarnya.
Dalam persidangan, Budiman mengaku menerima amplop tersebut sebanyak empat kali.
Sementara pada pemberian kelima, ia memutuskan menolak.
"Seingat saya empat kali karena yang kelima saya tolak di bulan awal Februari," ucap Budiman.
Ia juga mengungkapkan isi setiap amplop berkisar 5.000 hingga 5.200 dollar Singapura.
Budiman menegaskan seluruh uang tersebut diserahkan kepada Salisa untuk dikelola sebagai dana operasional.
Baca juga: Tiga Pejabat Bea Cukai Jadi Saksi di Sidang Kasus Suap dan Gratifikasi DJBC
Ia juga mengaku sempat menggunakan dana operasional tersebut untuk mengganti telepon genggamnya yang rusak.
"Waktu itu di bulan Januari ponsel saya error terus saya minta saya tukar ponsel saya, saya minta dicarikan ponsel yang lain," ujar Budiman.
Meski sempat menerima empat kali pemberian, Budiman mengaku akhirnya menolak pemberian berikutnya karena mulai merasa tidak nyaman.
"Feeling saja. Saya merasa sudah tidak sudah saatnya untuk tidak menerima itu. Maksudnya saya pengin mulai ya, berubahlah. Maksudnya pengin, saya sudah enggak mau lagi gitu. Saya sampaikan ke Orlando itu, 'Sudahlah saya enggak usah lagi'," katanya.
Komentar (0)