Transisi Kepemimpinan BI Berpotensi Tekan Rupiah dan Pasar Obligasi

medcom.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dinilai menjadi perkembangan yang sensitif bagi pasar keuangan.

Kepala Ekonom Mirae Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan, fokus pelaku pasar saat ini akan tertuju pada proses transisi kepemimpinan bank sentral dan kesinambungan arah kebijakan moneter.

Menurut Rully, penunjukan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai pelaksana tugas gubernur selama masa transisi diharapkan dapat menjaga operasional bank sentral tetap berjalan. Namun, pasar tetap akan mencermati proses penunjukan gubernur definitif berikutnya.

Baca juga:   Profil Destry Damayanti, Ekonom UI yang Jadi Plt Gubernur BI Usai Perry Warjiyo Mundur

"Perkembangan ini sangat sensitif bagi pasar karena berkaitan dengan kredibilitas institusi serta kesinambungan kebijakan Bank Indonesia," ujar Rully dalam kajiannya.

Ia menjelaskan, dalam jangka pendek tekanan paling besar diperkirakan akan terlihat pada nilai tukar rupiah dan pasar obligasi domestik. Jika transisi kepemimpinan dipersepsikan melemahkan kredibilitas BI, rupiah berpotensi tetap berada dalam tekanan.

Di sisi lain, Bank Indonesia kemungkinan perlu memperkuat langkah-langkah stabilisasi apabila volatilitas di pasar keuangan meningkat. Kondisi tersebut juga berpotensi mendorong kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah karena investor meminta premi risiko yang lebih tinggi.

Menurut Rully, perhatian investor tidak hanya tertuju pada siapa yang akan memimpin BI berikutnya, tetapi juga pada kemampuan pemimpin baru dalam menjaga independensi bank sentral dan kesinambungan kebijakan moneter.

"Kejelasan mengenai kesinambungan institusi dan independensi Bank Indonesia akan menjadi faktor penting yang memengaruhi kepercayaan investor, termasuk terhadap prospek peringkat kredit Indonesia di masa mendatang," jelasnya.

Dari sisi strategi investasi, Rully menyarankan investor mengambil sikap yang lebih defensif di tengah potensi meningkatnya volatilitas pasar. Ia merekomendasikan posisi netral untuk saham, underweight pada instrumen pendapatan tetap (fixed income), serta overweight pada reksa dana pasar uang.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pram Minta Warga Tak Terprovokasi Usai Bentrok Matraman: Mari Jaga Jakarta
• 11 jam lalu
0
thumb
5 Pilar Penting untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak
• 23 jam lalu
0
thumb
Oversubscribe 39,79 Kali, ELPI Himpun Dana Rights Issue Rp739 Miliar
• 22 jam lalu
0
thumb
Tim Resmob Pegasus Polres Jeneponto Bekuk Residivis Pencurian
• 8 jam lalu
0
thumb
Buka-Tutup Sementara GT Tomang hingga 9 Agustus 2026, Simak Jam Penutupan dan Jalur Pengalihannya
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.