Bogor, VIVA – Mazda Indonesia tak hanya meresmikan pabrik pertamanya di Indonesia, tetapi juga menghadirkan berbagai fasilitas pengujian kendaraan yang biasa diterapkan di fasilitas manufaktur global. Salah satu yang menarik perhatian adalah keberadaan Belgian Road, trek khusus yang digunakan untuk menguji kualitas kendaraan sebelum dikirim ke konsumen.
Pabrik Mazda Indonesia yang berlokasi di Citereup, Bogor, Jawa Barat, mulai beroperasi pada 29 Juli 2026. Berdiri di atas lahan seluas 6,2 hektare, fasilitas ini memiliki kapasitas produksi hingga 5.700 unit per tahun, dengan Mazda CX-30 sebagai model pertama yang dirakit secara lokal.
Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, Ricky Thio, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut dilakukan melalui kolaborasi erat dengan Mazda Motor Corporation agar mampu menghasilkan kendaraan dengan kualitas yang sama seperti di Jepang.
"Kepercayaan dan dukungan yang mereka berikan menjadi bagian penting dalam membangun fasilitas ini sekaligus memperkuat kesiapan kami untuk menghadirkan kendaraan Mazda dengan standar kualitas global bagi pelanggan di Indonesia," ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Selasa 28 Juli 2026.
Salah satu fasilitas yang disiapkan adalah area test track yang digunakan untuk memverifikasi performa kendaraan setelah proses perakitan selesai. Di area ini terdapat beberapa lintasan pengujian, seperti Turning Radius, High Frequency Road, Bump Road, Horizontal Path, hingga Belgian Road.
Nama Belgian Road diambil dari karakter permukaannya yang menyerupai jalan berbatu (cobblestone) khas Belgia. Lintasan sepanjang 70 meter tersebut digunakan untuk menguji kemampuan suspensi dalam meredam getaran sekaligus menjaga kenyamanan kabin saat kendaraan melaju di permukaan jalan yang bergelombang dengan kecepatan hingga 25 km/jam.
Selain Belgian Road, Mazda juga memiliki lintasan High Frequency Road untuk menguji respons suspensi terhadap getaran berfrekuensi tinggi, Turning Radius guna mengevaluasi presisi sistem kemudi, serta Bump Road untuk memastikan kestabilan kendaraan saat melewati tonjolan jalan. Seluruh pengujian tersebut dilakukan sebelum kendaraan dinyatakan lolos dari proses produksi.
Tak hanya itu, setiap unit juga harus menjalani water leak test selama lima menit menggunakan shower booth yang mensimulasikan intensitas hujan di Indonesia. Setelah pengujian selesai, kendaraan diperiksa kembali untuk memastikan tidak ada air yang masuk ke dalam kabin sebelum dilanjutkan ke inspeksi akhir.






Komentar (0)