Soal Kasus Eks Jampidsus, Ketua PBNU Yakini Publik Objektif Nilai Kepemimpinan ST Burhanuddin

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan kasus hukum yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah tidak boleh merusak marwah institusi. 

Hal itu diungkap langsung oleh Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) kepada wartawan di Jakarta, pada Senin (27/7/2026).

Gus Fahrur meminta penegakan hukum terhadap koruptor dan oligarki tetap berjalan tanpa kompromi.

Gus Fahrur meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin bersikap tegas dan transparan dalam menyikapi persoalan ini. 

Jaksa Agung, ST Burhanuddin
Sumber :
  • Istimewa

"Jaksa Agung perlu bersikap tegas, transparan, melakukan evaluasi internal, dan memastikan seluruh penanganan perkara tetap profesional serta bebas intervensi," katanya.

Menurutnya, situasi saat ini merupakan ujian besar bagi kepemimpinan dan integritas di tubuh Korps Adhiyaksa.

"Ini adalah ujian besar kepemimpinan dan integritas. Pemimpin yang baik diukur dari keberaniannya membenahi institusi, bukan menghindari masalah," tegasnya.

Gus Fahrur meminta agar Jaksa Agung tetap tampil di garis depan memastikan efektifitas pelaksanaan tugas dan fungsi kejaksaan.

“Tentu peristiwa ini jadi pukulan telak bagi Kejagung. Tapi selaku pimpinan, jangan sampai semangat Pak Jaksa Agung kendor, karena bisa melemahkan kinerja instansi,” katanya.

Meski begitu, Gus Fahrur menilai prestasi Kejagung selama ini tidak boleh dilupakan begitu saja.

"Prestasi tetap harus diapresiasi, tetapi kekurangan juga harus diperbaiki. Penilaian harus objektif, adil, dan proporsional," katanya.

Oleh karena itu, ia mendorong publik menilai secara utuh berdasarkan rekam jejak Kejaksaan, mulai dari keberhasilan mengungkap kasus besar, menyelamatkan aset negara, hingga komitmen melakukan pembenahan.

"Publik perlu menilai secara utuh berdasarkan rekam jejak, keberhasilan mengungkap kasus besar, menyelamatkan aset negara, serta komitmen melakukan pembenahan," ujarnya.

Perkuat Pengawasan

Gus Fahrur menyebut prioritas saat ini adalah memperkuat pengawasan internal dan membangun budaya integritas.

"Prioritasnya adalah memperkuat pengawasan internal, membangun budaya integritas, dan memperbaiki sistem agar penyimpangan tidak terulang," katanya.

"Kita hormati penunjukkan Jampidsus yang baru. Yang terpenting adalah membuktikan integritas, profesionalisme, dan independensi melalui kinerja nyata," tambahnya.

Gus Fahrur optimistis, jika ujian ini berhasil dilewati dengan baik maka kepercayaan publik terhadap Kejaksaan justru akan semakin kuat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PSI Serius Buat ‘Kandang Baru’ di Jateng: yang Ada Aura Gajahnya Kita Push
• 21 jam lalu
0
thumb
Selidiki Tewasnya Satpam Waduk Jatiluhur, Polisi Periksa 15 Saksi dan Sita CCTV
• 23 jam lalu
0
thumb
846 Buruh PT Victory Apparel Terancam PHK, Pemerintah Tawarkan Intervensi
• 14 jam lalu
0
thumb
Pramono Minta Warga Tak Terprovokasi Usai Bentrokan di Menteng
• 5 jam lalu
0
thumb
Anak yang Kehilangan Bapak, Bangsa yang Kehilangan Martabat
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.