Tragedi di Pulogadung: 2 Anak Tewas Terbakar Saat Orangtua Tak di Rumah

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Minggu (26/7/2026) malam menjadi malam terakhir bagi W (14) dan, M (11).

Dua anak itu ditemukan meninggal dunia di dalam rumah mereka setelah kebakaran melanda permukiman di Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, sekitar pukul 19.13 WIB.

Keduanya terjebak yang dengan cepat membakar rumah hingga meninggal di salah satu kamar.

Setelah kobaran api berhasil dipadamkan, petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur memasuki bangunan yang hangus untuk melakukan penyisiran. Di sanalah kedua korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

"Korban meninggal dunia diketemukan di kamar belakang sebelah kanan," kata Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Timur Abdul Wahid saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (27/7/2026).

Baca juga: Rumah di Pulogadung Jaktim Terbakar, Dua Anak Tewas Terjebak di Dalam Kamar

Orangtua tak di rumah

Hanya ada dua anak tersebut di dalam rumah saat api mulai berkobar.

Warjo, petugas Sekretariat RW 014, mengatakan informasi yang diterimanya mengatakan, kedua orangtua korban tak berada di rumah saat insiden.

"Pokoknya pas kejadian katanya dia berdua aja di situ. Orangtuanya enggak tahu ke mana, saya enggak ngerti," jelas Warjo saat ditemui di sekitar lokasi,

Keterangan serupa disampaikan petugas keamanan setempat, Irfan.

Menurut dia, kedua korban memang kerap berada di rumah tanpa didampingi orangtua.

Ayah korban bekerja sebagai pengemudi ojek daring, sedangkan ibunya berdagang dan kerap pulang hingga larut malam.

Berdasarkan kondisi tersebut, Irfan menduga kedua anak itu sedang tertidur ketika kebakaran terjadi sehingga tidak sempat menyelamatkan diri.

"Kemungkinan itu korban sedang tidur jadi enggak sempat lari, ibunya Pulangnya tengah malam kadang jam 00.00 WIB, Kalau bapaknya enggak bisa ditentuin, semau dia aja pulang karena online (driver ojek online)," jelas dia.

 Baca juga: Kebakaran Pulogadung Tewaskan 2 Anak Diduga akibat Korsleting

Saksi dengar ledakan

Kebakaran diketahui setelah warga mendengar suara ledakan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Tak lama kemudian, mereka melihat api sudah melahap rumah korban. Warga pun segera menghubungi pengurus lingkungan dan petugas pemadam kebakaran.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BPKH Raih Opini WTP Delapan Kali Berturut-turut, Kelolaan Dana Haji Tembus Rp180,74 Triliun
• 2 jam lalu
0
thumb
Peringati 30 Tahun Kudatuli, Megawati Resmikan Monumen Perjuangan
• 7 jam lalu
0
thumb
7 kasus suspek baru flu burung H5N1 dilaporkan di Australia Selatan
• 19 jam lalu
0
thumb
Richard Lee Kecewa Doktif Absen Lagi di Persidangan
• 2 jam lalu
0
thumb
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Polisi Usut Kematian Sutrimo
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.